RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Kebiasaan mengonsumsi kopi untuk mengusir kantuk menjadi bagian dari keseharian sebagian anak muda. Namun, di balik efek menyegarkan yang dirasakan setelah minum kopi, terdapat hal penting yang tidak boleh diabaikan, terutama ketika seseorang hendak mengendarai sepeda motor dalam kondisi lelah.
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengingatkan bahwa kopi bukan pengganti istirahat. Meski kafein dapat membantu mengurangi rasa kantuk untuk sementara, pengendara tetap berisiko mengalami penurunan kewaspadaan apabila memaksakan diri melanjutkan perjalanan saat tubuh membutuhkan tidur.
Pesan tersebut menjadi perhatian utama dalam seminar keselamatan berkendara bertajuk “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” yang digelar di Astra Motor Experience Center (AMEC), Trans Studio Mall Makassar, pada 30 September 2026.
Baca Juga : Katong Baku Jaga! Astra Motor Ambon Turun Langsung Bantu Warga di Tengah Kabut Asap
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow itu melibatkan sekitar 60 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Makassar.
Seminar menghadirkan tiga pembicara dari latar belakang berbeda, yakni Wanny selaku instruktur safety riding Astra Motor Sulsel, Aipda Mahir Dg Rani dari Polrestabes Makassar, serta Gloria Christine, mantan barista Maxx Coffee.
Ketiganya membahas hubungan antara kebiasaan minum kopi, kondisi fisik pengendara, dan pentingnya menjaga keselamatan selama berada di jalan.
Baca Juga : Dapatkan Promo Motor hingga Servis Murah di HBD 2026
Kopi Bukan Pengganti Istirahat
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai cara kerja kafein yang terkandung dalam kopi.
Gloria Christine menjelaskan bahwa kafein bekerja dengan menekan pengaruh adenosin, senyawa alami dalam tubuh yang berkaitan dengan rasa lelah dan kantuk.
Baca Juga : 1.000 Bikers Siap Ramaikan Makassar, Vario Evo Invasion Jadi Sorotan Honda Bikers Day 2026
Efek tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih terjaga untuk sementara waktu. Namun, mengonsumsi kopi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian orang memilih minum kopi ketika merasa mengantuk, termasuk sebelum atau saat melakukan perjalanan.
Padahal, berkurangnya rasa kantuk setelah mengonsumsi kafein tidak selalu berarti kondisi fisik seseorang telah kembali optimal untuk berkendara.
Baca Juga : Last Child hingga Ridwan Sau Bakal Meriahkan Honda Bikers Day 2026 di Makassar, Masuk Gratis!
Instruktur safety riding Astra Motor Sulsel, Wanny, menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus dimulai dari kemampuan pengendara mengenali kondisi tubuhnya sendiri.
“Anak muda sangat dekat dengan kopi, sehingga kami ingin menggunakan kebiasaan tersebut sebagai pintu masuk untuk membahas keselamatan berkendara. Kopi memang bisa membantu mengurangi rasa kantuk untuk sementara, tetapi bukan berarti tubuh sudah kembali siap untuk berkendara. Kalau sudah lelah atau mengantuk, pilihan yang paling aman adalah berhenti dan beristirahat terlebih dahulu,” ujar Wanny.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa menjaga keselamatan tidak cukup hanya dengan menguasai teknik mengendarai sepeda motor, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik dan konsentrasi.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Mengantuk Bisa Menurunkan Kewaspadaan
Dalam diskusi bersama mahasiswa, Wanny dan Aipda Mahir Dg Rani menyoroti risiko berkendara ketika tubuh mengalami kelelahan.
Rasa kantuk dapat mengurangi kewaspadaan dan memengaruhi kemampuan pengendara dalam merespons perubahan situasi lalu lintas.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama ketika pengendara menghadapi jalanan yang padat, kendaraan yang tiba-tiba berhenti, maupun perubahan kondisi lalu lintas yang membutuhkan respons cepat.
Ketika konsentrasi menurun, kemampuan pengendara untuk mengambil keputusan juga dapat terganggu.
Karena itu, pengendara diingatkan agar tidak menjadikan kopi sebagai satu-satunya cara mengatasi rasa kantuk sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Apabila tubuh sudah menunjukkan tanda kelelahan, langkah yang lebih aman adalah menghentikan perjalanan di tempat yang sesuai dan mengambil waktu untuk beristirahat.
Pesan ini relevan bagi mahasiswa maupun masyarakat yang memiliki aktivitas padat dan harus melakukan perjalanan setelah menjalani kegiatan sepanjang hari.
Edukasi Keselamatan Lewat Budaya Ngopi
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Astra Motor Sulsel memilih budaya minum kopi sebagai pendekatan edukasi karena kebiasaan tersebut dekat dengan kehidupan generasi muda.
Melalui tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”, penyelenggara berupaya menghubungkan aktivitas sehari-hari mahasiswa dengan pentingnya menjaga keselamatan saat berkendara.
Pendekatan tersebut membuat pembahasan keselamatan tidak hanya berpusat pada aturan lalu lintas dan teknik mengendarai kendaraan, tetapi juga menyentuh kebiasaan serta keputusan yang diambil sebelum memulai perjalanan.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan bahwa pendekatan edukasi yang relevan dengan kehidupan mahasiswa menjadi bagian dari upaya perusahaan menyampaikan pesan keselamatan secara lebih dekat.
“Kami ingin edukasi safety riding tidak hanya berbicara mengenai aturan dan teknik berkendara, tetapi juga mengangkat hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui ‘Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi’, kami mengajak mahasiswa memahami bahwa menjaga keselamatan juga berarti mampu mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara,” ungkap Yusticia.
Menurut perusahaan, edukasi yang dekat dengan kebiasaan anak muda diharapkan dapat membantu peserta memahami pentingnya mempersiapkan kondisi fisik sebelum berkendara.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Libatkan Mahasiswa dan Kepolisian
Seminar tersebut diikuti sekitar 60 mahasiswa dari sejumlah universitas di Makassar.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab mengenai kopi serta keselamatan berkendara.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Kehadiran perwakilan Polrestabes Makassar juga memberikan perspektif mengenai pentingnya kewaspadaan dan tanggung jawab pengendara dalam menjaga keselamatan di jalan.
Sementara itu, pembahasan dari sisi kopi memberikan pemahaman kepada peserta bahwa efek kafein memiliki keterbatasan dan tidak dapat menggantikan kebutuhan istirahat.
Perpaduan kedua perspektif tersebut menjadi inti edukasi yang disampaikan kepada mahasiswa.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Bagi generasi muda yang menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas perkuliahan dan kegiatan sehari-hari, kemampuan mengenali tanda kelelahan merupakan bagian dari kebiasaan berkendara yang aman.
Astra Motor Sulsel Dorong Budaya #Cari_Aman
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Sulsel kembali mengampanyekan prinsip #Cari_Aman sebagai bagian dari edukasi keselamatan berkendara.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Pesan yang ditekankan bukan sekadar mematuhi aturan dan menggunakan perlengkapan keselamatan, tetapi juga memastikan kondisi tubuh cukup siap sebelum mengendarai sepeda motor.
Kebiasaan sederhana seperti mengenali rasa kantuk, tidak memaksakan perjalanan, dan menyediakan waktu untuk beristirahat menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko di jalan.
Seminar “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” sekaligus mengingatkan bahwa aktivitas dan cita-cita generasi muda perlu didukung dengan kebiasaan berkendara yang bertanggung jawab.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas ketika seseorang berada di balik kemudi.
Bagi pengendara yang mulai merasa lelah atau mengantuk, pesan utamanya jelas: jangan memaksakan perjalanan hanya karena merasa lebih segar setelah minum kopi. Berhenti dan beristirahat tetap menjadi pilihan yang lebih aman.
