Rabu, 14 Oktober 2026 20:36

Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Makassar, Perkuat Transformasi Digital dan Akses Investasi Masyarakat

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Makassar, Perkuat Transformasi Digital dan Akses Investasi Masyarakat

Pegadaian meluncurkan ATM Emas di Makassar yang terintegrasi dengan aplikasi Tring!, mempermudah pembelian dan pencetakan emas fisik secara instan.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR – PT Pegadaian (Persero) memperluas inovasi layanan keuangan berbasis emas melalui peluncuran jaringan ATM Emas di sejumlah lokasi strategis di Indonesia. Di Makassar, fasilitas tersebut resmi hadir di Cabang Pegadaian Malimongan Baru, Rabu (14/10/2026), bertepatan dengan peringatan satu tahun aplikasi Tring! by Pegadaian.

Kehadiran ATM Emas menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat ekosistem bisnis bulion nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan investasi yang semakin praktis, cepat, dan terintegrasi dengan teknologi digital.

Inovasi ini memungkinkan nasabah melakukan pembelian maupun pengambilan emas batangan secara mandiri melalui mesin ATM yang terhubung langsung dengan aplikasi Tring! by Pegadaian.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Uji Coba Klasterisasi Layanan Biosolar di Kota Makassar

Berbeda dengan mekanisme konvensional yang memerlukan proses administrasi dan waktu tunggu untuk mencetak emas fisik dari saldo tabungan digital, teknologi tersebut memungkinkan transaksi diselesaikan dalam waktu singkat.

Nasabah cukup mengakses menu transaksi melalui aplikasi Tring!, memindai kode QR pada layar ATM Emas, mengonfirmasi pembayaran, kemudian memasukkan kode unik transaksi.

Setelah proses berhasil, nasabah dapat langsung memperoleh emas batangan produksi Galeri 24 dengan pilihan berat mulai dari 1 gram hingga 100 gram.

Baca Juga : Tujuh Dekade Asuransi Astra: Dari Makassar, Kepercayaan Tumbuh Saat Janji Perlindungan Terbukti

Dorong Modernisasi Industri Emas Nasional

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, menegaskan bahwa pengembangan ATM Emas merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem layanan keuangan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperluas kesempatan masyarakat dalam mengakses instrumen investasi emas.

Baca Juga : Telkomsel Ajak Sekolah Beralih ke Administrasi Digital Lewat Skul.id

"Hadirnya ATM Emas Pegadaian yang bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring! merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan ekosistem bullion yang semakin inklusif, modern, dan tepercaya di Indonesia," ujar Damar.

Ia menambahkan, inovasi tersebut mempertegas komitmen Pegadaian dalam menghadirkan layanan yang mengedepankan kemudahan, keamanan, dan transparansi transaksi.

Pengembangan layanan ini sekaligus mencerminkan perubahan pola investasi masyarakat yang semakin mengutamakan akses digital tanpa mengesampingkan kepemilikan aset secara fisik.

Baca Juga : Dihadiri 500+ Pemimpin Lintas Sektor, Makassar Leadership Summit 2026 Bahas Masa Depan Kepemimpinan Indonesia

Integrasi kedua layanan tersebut memungkinkan nasabah mengelola kepemilikan emas secara digital sekaligus memperoleh bentuk fisiknya melalui fasilitas yang tersedia.

Perkuat Inklusi Keuangan di Kawasan Timur Indonesia

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku, Pratikno, menilai kehadiran ATM Emas di Makassar memiliki arti penting bagi pengembangan layanan investasi modern di kawasan Indonesia timur.

Baca Juga : Perkuat Layanan Pelanggan di Sulawesi Selatan, XLSMART Resmikan Tiga XL Center Baru di Makassar

Menurutnya, integrasi mesin ATM Emas dengan aplikasi Tring! menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih sederhana sekaligus memperluas pilihan layanan bagi masyarakat.

"Melalui fasilitas ATM Emas yang terintegrasi langsung dengan aplikasi Tring! by Pegadaian, nasabah dapat melakukan pembelian maupun pengambilan emas fisik secara mandiri, aman, dan praktis," ungkap Pratikno.

Ia berharap inovasi tersebut mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan digital dan literasi investasi emas, khususnya di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku Raya.

Baca Juga : Perkuat Layanan Pelanggan di Sulawesi Selatan, XLSMART Resmikan Tiga XL Center Baru di Makassar

Lebih jauh, pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekosistem bisnis bulion nasional.

Bagi masyarakat, keberadaan ATM Emas menawarkan alternatif transaksi yang lebih fleksibel karena tidak sepenuhnya bergantung pada mekanisme pelayanan konvensional di kantor cabang.

Meski demikian, peningkatan akses investasi tetap perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik emas sebagai instrumen investasi, termasuk pergerakan harga dan biaya transaksi.

Baca Juga : Perkuat Layanan Pelanggan di Sulawesi Selatan, XLSMART Resmikan Tiga XL Center Baru di Makassar

Keamanan dan Kepastian Kepemilikan Jadi Perhatian

Di tengah berkembangnya investasi emas digital, aspek keamanan penyimpanan dan kepastian kepemilikan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Pegadaian menyatakan telah menerapkan prinsip ketersediaan emas fisik dengan rasio 1:1 terhadap transaksi emas nasabah sesuai akad yang berlaku.

Baca Juga : Perkuat Layanan Pelanggan di Sulawesi Selatan, XLSMART Resmikan Tiga XL Center Baru di Makassar

Artinya, setiap transaksi Tabungan Emas maupun Cicil Emas didukung oleh ketersediaan emas fisik dalam jumlah yang sesuai di fasilitas penyimpanan perusahaan.

Pegadaian juga mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah.

Dalam tata kelola tersebut, konsep kepemilikan emas secara kolektif atau musya' menjadi salah satu aspek yang diperhatikan untuk mendukung transparansi kepemilikan aset.

Baca Juga : Perkuat Layanan Pelanggan di Sulawesi Selatan, XLSMART Resmikan Tiga XL Center Baru di Makassar

Dari sisi pengelolaan, Pegadaian telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 untuk layanan kustodi. Sertifikasi sistem manajemen mutu ini mencakup proses penerimaan, pemeriksaan kemurnian, administrasi, penyimpanan, hingga pengamanan aset emas.

Penguatan tata kelola tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan layanan emas digital yang membutuhkan kepercayaan terhadap pengelolaan aset fisik.

Perluas Ekosistem Bank Emas

Baca Juga : Perkuat Layanan Pelanggan di Sulawesi Selatan, XLSMART Resmikan Tiga XL Center Baru di Makassar

Peluncuran ATM Emas juga menjadi kelanjutan transformasi Pegadaian setelah memperoleh izin kegiatan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024.

Melalui izin tersebut, Pegadaian dapat menjalankan sejumlah layanan, antara lain Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.

Pengembangan layanan tersebut memperlihatkan upaya Pegadaian memperluas peran dari lembaga pembiayaan berbasis gadai menjadi penyedia layanan keuangan dengan ekosistem emas yang lebih terintegrasi.

Baca Juga : Perkuat Layanan Pelanggan di Sulawesi Selatan, XLSMART Resmikan Tiga XL Center Baru di Makassar

Selain mengembangkan layanan bulion, perusahaan tetap menyediakan berbagai produk yang telah dikenal masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas.

Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran ATM Emas dapat menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan layanan investasi kepada masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan proses transaksi sederhana dan mudah diakses.

Namun, keberhasilan inovasi ini dalam meningkatkan inklusi keuangan pada akhirnya akan bergantung pada perluasan jangkauan layanan, kemudahan penggunaan, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Baca Juga : Perkuat Layanan Pelanggan di Sulawesi Selatan, XLSMART Resmikan Tiga XL Center Baru di Makassar

Melalui sinergi aplikasi Tring! dan jaringan ATM Emas, Pegadaian berupaya membangun layanan investasi yang menghubungkan kemudahan transaksi digital dengan kepemilikan aset fisik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam memperkuat ekosistem keuangan berbasis emas sekaligus mendukung pengembangan industri bulion nasional.

#pegadaian #ATM Emas #Tring by Pegadaian #Pegadaian Makassar #Investasi Emas #Bank emas #Bullion Bank #Galeri 24 #Damar Latri Setiawan #Pratikno #Inklusi keuangan #literasi keuangan #Sulawesi Selatan #transformasi digital #ekonomi bisnis