Kamis, 08 Oktober 2026 23:14

Dari Uang Jajan Kuliah hingga Panggung INACRAFT 2026, Maskerade Sulap Wastra Sulsel Jadi Tren Modis Global

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Maskerade menunjukkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang punya nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas
Maskerade menunjukkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang punya nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas

UMKM binaan Pertamina, Maskerade asal Makassar, sukses bawa wastra Sutra Sengkang dan Tenun Toraja ke INACRAFT 2026 hingga tembus pasar internasional.

RAKYATKU.COM, JAKARTA — Kain tradisional sering kali dianggap sebagai simbol warisan masa lalu yang kaku. Namun, pandangan tersebut berhasil dipatahkan oleh Maskerade, brand fashion dan kerajinan tangan asal Makassar yang sukses membawa pesona wastra Sulawesi Selatan ke panggung bergengsi INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC).

Maskerade merupakan UMKM unggulan binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang lolos kurasi ketat untuk mewakili Sulawesi Selatan di ajang pameran produk kreatif berskala nasional ini.

Diresmikan sejak 2017 oleh Nana Ibrahim, brand ini bermula dari sebuah usaha skala kecil dengan modal yang dikumpulkan dari uang saku saat kuliah. Dari titik awal tersebut, Nana konsisten mengusung misi utama: meramu kain tradisional agar tampil relevan, modis, dan digandrungi oleh generasi muda.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Visi tersebut dieksekusi melalui lini busana kontemporer yang memadukan keindahan wastra Nusantara—seperti Sutra Sengkang dan Tenun Toraja—dengan sentuhan desain modern. Tidak hanya berhenti pada busana, Maskerade juga memproduksi berbagai aksesori ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah botol kaca yang didaur ulang menjadi barang bernilai seni tinggi.

Berkat konsistensi dan kreativitasnya, produk Maskerade kini tidak hanya dipasarkan melalui gerai resminya di Nipah Park Makassar, tetapi juga telah merambah pasar ekspor mancanegara seperti Malaysia, Jepang, hingga Belanda. Keberhasilan ini turut membuka lapangan pekerjaan bagi para penjahit dan pengrajin lokal di Makassar.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Maskerade.

Baca Juga : Lestarikan Kekayaan Alam Sulawesi, Pertamina AFT Hasanuddin dan Kebun Raya Pucak Sukses Eksplorasi Flora di Bone

"Maskerade menunjukkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang punya nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ungkap Lilik. Ia menambahkan bahwa Pertamina akan terus konsisten mendampingi UMKM binaannya untuk memperkuat branding, memperluas jaringan, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Bagi Nana Ibrahim, keikutsertaan di INACRAFT 2026 memberikan pengalaman berharga untuk memperluas kolaborasi dan memperkenalkan cerita di balik setiap helai kain Nusantara kepada masyarakat luas.

"Setiap produk punya cerita. Ada cerita tentang kainnya, pengrajinnya, daerah asalnya, dan proses bagaimana semuanya bisa menjadi sebuah produk yang bisa dipakai sehari-hari," tutur Nana.

#Maskerade #Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi #INACRAFT 2026 #Sutra Sengkang #Tenun Toraja #UMKM Makassar #Fashion Lokal #Lilik Hardiyanto #Nana Ibrahim