Senin, 28 September 2026 12:54
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) menggelar Management Walkthrough (MWT) di Pulau Nipa, Kepulauan Riau, Senin (21/9/2026).
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, BATAM — Jajaran Direksi dan Komisaris Pelindo Jasa Maritim" href="https://rakyatku.com/tag/pt-pelindo-jasa-maritim">PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) menggelar Management Walkthrough (MWT) di Pulau Nipa, Kepulauan Riau, Senin (21/9/2026). Agenda ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur serta keandalan operasional Ship-to-Ship (STS) Transfer pasca soft launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) pada 25 Mei lalu.

 

Peninjauan lapangan mencakup inspeksi ketat terhadap sarana dan prasarana Stasiun Pandu STS Nipa, kelayakan fender, armada LCT, hingga kesiapan fasilitas pendukung pemanduan dan penundaan kapal di jalur pelayaran vital Selat Malaka. Sebelum menuju lokasi, jajaran manajemen PJM juga melakukan kunjungan silaturahmi ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam guna memperkuat sinergi keamanan wilayah perairan.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan di bawah arahan Danantara Indonesia (Daya Anagata Nusantara) untuk mendorong efisiensi, penguatan bisnis inti, serta optimalisasi kesiapan operasional BUMN maritim.

Baca Juga : Pastikan Keselamatan Pelayaran Bontang, PJM dan KSOP Evaluasi Layanan Pandu Tunda Semester I 2026

SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo Jasa Maritim" href="https://rakyatku.com/tag/pt-pelindo-jasa-maritim">PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa operasional di kawasan terluar ini memiliki nilai strategis nasional.

 

"Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen PJM dalam memperkuat sinergi pemangku kepentingan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Sebagai salah satu pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura dan menjadi pos penting TNI, PJM berkomitmen menjaga kedaulatan negara melalui penerapan standar operasional dan keselamatan tertinggi," ujar Tubagus Patrick