Minggu, 27 September 2026 17:11

Puluhan Pengelola Komunitas Literasi di Gowa Ikuti Pelatihan Manajemen

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Puluhan Pengelola Komunitas Literasi di Gowa Ikuti Pelatihan Manajemen

Melalui penguatan kapasitas dan jejaring tersebut, Gowa Menyala berharap gerakan literasi dari Gowa dapat terus berkembang dan melibatkan semakin banyak masyarakat secara sukarela.

RAKYATKU.COM, GOWA - Gowa Menyala memperkuat kapasitas pengelola komunitas literasi dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Gowa melalui Pelatihan Manajemen Komunitas Literasi yang digelar selama dua hari, 26-27 September 2026.

Daeng Lurang, Kabupaten Gowa, ini diikuti 41 peserta yang berasal dari 13 komunitas literasi/TBM di Kabupaten Gowa. Peserta juga berasal dari Forum Taman Bacaan Masyarakat Sulawesi Selatan, Forum TBM Kabupaten Gowa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, serta relawan Gowa Menyala.

Pembina Gowa Menyala, Andi Bunga Tongeng, mengatakan pelatihan tersebut menjadi 

Baca Juga : Dama dan Si Gabus Jadi Maskot Resmi PORPROV XVIII Sulsel 2026 di Bone-Wajo

bagian dari upaya memperkuat kapasitas komunitas agar mampu mengelola organisasi dan program literasi secara lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak lebih luas.

Menurutnya, gerakan literasi membutuhkan lebih dari sekadar kegiatan membaca. Pengelola komunitas dan TBM juga perlu memiliki kemampuan dalam menyusun program, mengelola organisasi, membangun kemitraan, mengelola relawan, melakukan dokumentasi, serta mengevaluasi kegiatan.

"Komunitas literasi dan TBM membutuhkan kapasitas pengelolaan yang baik agar program yang dijalankan tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi bisa berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat," kata Andi Bunga.

Baca Juga : Pemkab Gowa Komitmen Percepat Penuntasan Administrasi Kependudukan dengan Kolaborasi PKK

Berawal dari Gowa untuk Menyalakan Indonesia

Gowa Menyala merupakan komunitas literasi yang terbentuk pada 7 Januari 2017 dan berkedudukan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Komunitas ini dibangun dengan semangat menggerakkan masyarakat secara sukarela melalui kegiatan literasi. Semangat tersebut terangkum dalam gagasan, "Dari Gowa, kami bergerak bersama, menyalakan akal dan budi untuk menerangi Indonesia."

Baca Juga : Selamat Ulang Tahun ke 44 Andi Tenri Indah, Istri Wakil Bupati Gowa

Filosofi Gowa Menyala berangkat dari keyakinan bahwa membaca buku dapat menyalakan akal dan budi. Jika semakin banyak orang memiliki akal dan budi yang menyala, maka cahaya tersebut diharapkan dapat menerangi masyarakat yang lebih luas.

Menyala menjalankan berbagai kegiatan secara bertahap. Salah satu tonggak awalnya adalah program Literasi Sekolah di SD Inpres Mawang yang berlangsung pada 2017-2020.

Pada masa pandemi 2020, Gowa Menyala beradaptasi melalui kegiatan "Membaca di Rumah Saja". Setelah itu, kegiatan literasi kembali dikembangkan melalui Literasi Sekolah di SD Inpres  

Baca Juga : Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara Dilaksanakan di Kabupaten Gowa

"Ceritakan Bukumu", yang mengajak masyarakat berbagi cerita mengenai buku yang dibaca dan dianggap memberikan inspirasi.

Memasuki 2026, Gowa Menyala terus mengembangkan ruang interaksi literasi melalui program "Ruang Cerita Buku", sebagai ruang untuk berdiskusi, belajar, dan tumbuh bersama.

Selain program utama tersebut, berbagai kegiatan pendukung juga telah dilakukan, antara lain talkshow literasi, Gowa Menyala Berbagi, lomba esai, pelatihan desain grafis, webinar mendongeng, serta Gowa Menyala Goes to Panti.

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

Salah satu peserta pelatihan, Galang Pratama, yang juga Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sulawesi Selatan, mengatakan materi yang diberikan dalam pelatihan sesuai dengan kebutuhan para pengelola TBM.

Menurut Galang, salah satu persoalan yang masih dihadapi sejumlah komunitas adalah pemahaman mengenai administrasi dan struktur organisasi.

"Pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan oleh TBM, khususnya teman-teman yang mengikuti kegiatan selama dua hari ini. 

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

Pelatihan ini sangat penting karena masih banyak teman-teman yang lalai dan kurang memahami sistem administrasi maupun struktur organisasi," ujar Galang.

Ia menegaskan, meskipun bergerak sebagai komunitas, 

pengelolaan organisasi tetap membutuhkan administrasi yang tertib agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memiliki dasar pengelolaan yang jelas.

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

"Berkomunitas pun kita harus tertib administrasi. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan," katanya.

Galang juga menilai materi mengenai penyusunan proposal menjadi salah satu bekal penting bagi pengelola komunitas. 

Menurutnya, berbagai peluang dukungan dan bantuan untuk komunitas setiap tahun dapat dimanfaatkan apabila pengelola memiliki kemampuan menyusun proposal dengan baik.

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

"Setiap tahun ada bantuan yang bisa menjadi peluang. Kami juga diajarkan bagaimana cara membuat proposal, sehingga ini menjadi bekal bagi teman-teman di komunitas," ujarnya.

Peserta lainnya, Rifka Azisah Ibrahim dari Taman Baca Masyarakat (TBM) Umah Finger, mengaku mendapatkan manfaat dari pelatihan tersebut, terutama sebagai pengelola yang masih berada pada tahap awal.

"Saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Sebagai pemula, pelatihan ini menjadi pondasi bagi kami," kata Rifka.

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

Menurutnya, materi yang diberikan membantu peserta mendapatkan gambaran dalam merancang program yang dapat dilakukan komunitas, sekaligus memahami arah pengembangan dan keberlanjutan kegiatan.

"Melalui pelatihan ini kami bisa merancang beberapa program apa saja yang bisa kami lakukan. Kami juga mendapat gambaran ke depan seperti apa manfaatnya, bagaimana keberlanjutannya, dan kami bisa saling berjejaring satu sama lain," ujarnya.

Andi Bunga menjelaskan, perkembangan kebutuhan masyarakat membuat gerakan Gowa Menyala tidak lagi hanya berfokus pada literasi anak.

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

Program utama berupa Literasi Sekolah tetap menjadi salah satu kegiatan penting untuk menghidupkan budaya baca di sekolah dasar. 

Namun, gerakan literasi juga perlu menjangkau kelompok usia dan lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Dalam tiga tahun terakhir, kegiatan "Ceritakan Bukumu" menjadi salah satu upaya Gowa Menyala untuk 

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

mendorong masyarakat kembali berinteraksi dengan buku di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.

"Kalau ingin dampaknya lebih luas, tentu Gowa Menyala tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu membangun jejaring dan berkolaborasi dengan komunitas lain serta TBM yang ada di desa-desa," ujarnya.

Menurut Andi Bunga, keberadaan komunitas literasi dan TBM di berbagai wilayah merupakan kekuatan penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan literasi.

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan kapasitas pengelola, variasi kegiatan yang belum optimal, serta kesiapan administrasi dan dokumentasi komunitas.

Manajemen Komunitas Literasi dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan komunitas masing-masing.

Materi pelatihan mencakup peran strategis komunitas literasi dan TBM, pengelolaan kelembagaan, tata kelola administrasi dan dokumentasi, pengelolaan 

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

koleksi dan layanan TBM, penyusunan program literasi yang berdampak, pengelolaan relawan, monitoring dan evaluasi, hingga pembangunan kemitraan.

Peserta juga mendapatkan materi penyusunan proposal sederhana, praktik menyusun profil komunitas, serta penyusunan rencana pengembangan komunitas/TBM.

Melalui pelatihan tersebut, Gowa Menyala menargetkan peningkatan kapasitas 41 pengelola dari 13 komunitas literasi/TBM di Kabupaten Gowa sekaligus terbentuknya jejaring dan kolaborasi antarkomunitas.

Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang

Pelatihan Manajemen Komunitas Literasi ini merupakan bagian dari Program Bantuan Fasilitasi Komunitas Literasi melalui kerja sama Gowa Menyala dengan Pusat Pembinaan 

Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui penguatan kapasitas dan jejaring tersebut, Gowa Menyala berharap gerakan literasi dari Gowa dapat terus berkembang dan melibatkan semakin banyak masyarakat secara sukarela.

#Pemkab Gowa