RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) regional Sulawesi Selatan hingga 31 Agustus 2026 tetap solid menopang aktivitas ekonomi daerah. Realisasi belanja negara mencapai Rp36,34 triliun atau tumbuh 11,24 persen dibanding tahun sebelumnya, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026 Sulsel berada di angka 5,59 persen—melampaui rata-rata nasional sebesar 5,29 persen.
Kinerja pendapatan negara di Sulsel terealisasi sebesar Rp9,82 triliun (57,23 persen dari target), dengan penerimaan perpajakan didominasi oleh PPh dan PPN sebesar Rp6,83 triliun. Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp20,46 triliun atau 72,57 persen dari pagu, yang tersebar merata di seluruh kabupaten/kota untuk mendukung pembangunan dan layanan publik lokal.
Kepala Perwakilan Kemenkeu Sulsel sekaligus Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Martha Octavia, bersama para pimpinan Kanwil Kemenkeu Sulsel menegaskan pentingnya APBN sebagai peredam kejutan (shock absorber) sekaligus penggerak ekonomi. Program strategis seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terakselerasi dengan penyaluran mencapai Rp12,96 triliun kepada 181.912 debitur, terutama di sektor pertanian dan perdagangan.
Poin-Poin Strategis Capaian APBN Sulsel (s.d. Agustus 2026):
Indikator Makro Regional: Inflasi Agustus terkendali di angka 0,14% (m-to-m) / 2,86% (y-on-y) serta neraca perdagangan mencetak surplus US$ 72,07 Juta.
Realisasi Belanja Pusat: Belanja Pemerintah Pusat (BPP) menyerap Rp15,88 triliun (59,18%), membiayai gaji 108 ribu ASN/TNI/Polri/PPPK, pembangunan infrastruktur jalan/terminal, serta bantuan sosial rehabilitasi.
Dampak Program Tematik: Program Makan Bergizi Gratis telah menyasar 1,93 juta penerima manfaat; 3.074 Koperasi Merah Putih aktif terdaftar; produksi padi mencapai 5,46 juta ton; serta penyaluran FLPP perumahan menyentuh 11.111 unit senilai Rp1,39 triliun.
