RAKYATKU. COM, JAKARTA — Kota Sydney tak hanya bersolek dengan pemandangan lanskap pelabuhan dan gaya hidup kosmopolitan, tetapi kian mengukuhkan posisinya sebagai titik temu modal, talenta, dan gagasan bisnis kelas dunia. Magnet daya tarik ini terus memikat para pelaku usaha, investor, hingga tokoh-tokoh penting asal Indonesia.
Pandangan tersebut ditegaskan oleh Founder dan CEO One Global Capital, Iwan Sunito. Menurut pengusaha kelahiran Indonesia yang sukses membangun imperium bisnis di Australia ini, Sydney terus relevan sebagai pusat konektivitas global yang menawarkan kepastian serta peluang investasi jangka panjang.
"Sydney bukan hanya tentang pemandangan yang indah atau gaya hidup. Bagi banyak orang, Sydney adalah tempat untuk bertemu, bertukar gagasan, melihat peluang, dan memahami bagaimana sebuah kota global terus berkembang," ujar Iwan Sunito dalam keterangannya.
Baca Juga : Sambut HUT ke-28 dan HUT RI ke-81, GMTD Gelar Syukuran dan Berbagi Bantuan ke Panti Asuhan
Dandani Hubungan Bilateral Lewat Kunjungan Tokoh Nasional
Daya tarik Sydney terbukti dari derasnya arus kunjungan tokoh-tokoh terkemuka Indonesia sepanjang September 2026 dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, ekonomi, hingga industri kreatif.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, hadir dalam ajang Sydney Business Insights & Mini Marathon bersama delegasi Surabaya Business Forum untuk mengeksplorasi perkembangan lanskap investasi dan bisnis setempat. Pertemuan tersebut menjadi momentum berharga saat Iwan Sunito menerima langsung kunjungan Sandiaga di One Global Resorts Green Square.
Baca Juga : GMTD Serahkan PSU Rp455 Miliar ke Pemkot Makassar, Dorong Tata Kota Modern dan Berkelanjutan
"Saya telah mengenal Sandiaga cukup lama sejak beliau menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pertemuan kali ini terasa spesial karena kami bertukar pikiran tentang bagaimana pasar bergerak dan bagaimana sebuah kota membangun infrastrukturnya," ungkap Iwan.
Selain Sandiaga, mantan Menteri Perdagangan sekaligus mantan Managing Director World Bank, Mari Elka Pangestu, turut bertandang ke Sydney dalam rangka berpartisipasi pada Sydney Marathon. Di sektor industri kreatif, aktor laga internasional Joe Taslim bersama timnya juga memilih mempercayakan akomodasi mereka di One Global Resorts Green Square.
"Orang datang ke Sydney dengan alasan berbeda—bisnis, olahraga, hingga mengeksplorasi peluang. Namun semuanya bertemu pada satu hal: Sydney adalah kota yang ingin mereka datangi dan pahami," tambah Iwan.
Baca Juga : Kalla Beton Suplai Material Rp1,4 Miliar untuk Proyek Hotel Azana Style Morowali
Kinerja Properti Meroket, Targetkan Pipeline Rp72 Triliun
Dinamika tingginya kunjungan internasional ke Sydney berbanding lurus dengan moncernya kinerja portofolio bisnis One Global Capital. Pada rentang Januari hingga Juni 2026, hotel bintang lima One Global Resorts Green Square mencatatkan rata-rata tingkat keterisian (occupancy rate) fantastis mencapai 95,07% dengan pendapatan kotor (gross income) sekitar AU$10,8 juta.
Properti ini juga dianugerahi penghargaan Travelers' Choice Best of the Best 2026 dari Tripadvisor dan berhasil bertengger di peringkat ke-11 dari 195 hotel di Sydney.
Baca Juga : Summarecon Mall Makassar Masuk Tahap Konstruksi Utama, Siap Jadi Magnet Ekonomi Baru Indonesia Timur
"Di balik angka-angka tersebut, ada interaksi manusia yang datang, bekerja, dan menikmati kota. Investor saat ini tidak hanya membeli aset, tetapi melihat ekosistem kotanya—infrastruktur, konektivitas, hingga iklim bisnisnya," jelas peraih penghargaan EY Entrepreneur of the Year Australia ini.
Saat ini, One Global Capital mengelola aset hospitality, ritel, dan kawasan mixed-use dengan target Asset Under Management (AUM) melampaui Rp12 triliun. Perusahaan juga memproyeksikan development pipeline bertumbuh pesat dari Rp50 triliun menjadi lebih dari Rp72 triliun sebelum penutupan tahun 2026.
Melalui ekspansi portofolio seperti The Grand Eastlakes Shopping Centre, One Macquarie Park, hingga Five Dock Precinct, Iwan Sunito optimistis dapat terus membangun jembatan koneksi (people-to-people connection) serta mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia.
