Selasa, 15 September 2026 18:56

Partai Buruh se Sulawesi Selatan Akan Aksi di Makassar Pada Hari Kamis

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Konferensi Pers Partai Buruh Exco Sulawesi Selatan menyikapi krisis energi listrik, BBM dan gas di Makassar pada Selasa 15 September 2026. (Dok Rakyatku)
Konferensi Pers Partai Buruh Exco Sulawesi Selatan menyikapi krisis energi listrik, BBM dan gas di Makassar pada Selasa 15 September 2026. (Dok Rakyatku)

"Menurut kami tidak ada pemimpin di Sulsel baik gubernur atau walikota dan bupati yang berani bersuara. Kita biarkan masyarakat antri BBM, susah dapat gas dan pemadaman listrik bergilir dan kita tidak bisa sikap apa-apa,"

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Partai Buruh Exco Sulawesi Selatan mendesak pemerintah dan Pertamina untuk transparan terkait krisis energi listrik, BBM dan Gas di Sulsel.

Ariyanto, Ketua Partai Buruh Exco Sulsel menyebut tidak ada kepala daerah di Sulsel yang betul-betul berani menyampaikan sikap terkait persoalan yang disebut sangat menyusahkan masyarakat tersebut.

Ia menyebut perseroan energi ini berakar dari persoalan pemerintah pusat yang mengurangi anggaran subsidi pokok rakyat dengan alasan efisiensi.

Baca Juga : Siswa TK-SMP di Makassar Kembali Sekolah Tatap Muka Mulai Besok

"Yang sesungguhnya itu tidak efisien. Menurut kami tidak ada pemimpin di Sulsel baik gubernur atau walikota dan bupati yang berani bersuara. Kita biarkan masyarakat antri BBM, susah dapat gas dan pemadaman listrik bergilir dan kita tidak bisa sikap apa-apa," kata Ariyanto di Makassar pada Selasa 15 September 2026.

Ia menyebut dengan semangat otonomi daerah, pemerintah daerah seharusnya mampu untuk menentukan sikap dengan dan menegaskan kedaulatan pemerintah provinsi dan kabupaten kota.

Dengan persoalan yang dihadapi masyarakat itu, Partai Buruh di Sulawesi Selatan akan menggelar aksi yang dipusatkan di Kota Makassar pada Kamis 17 September 2026. Adapun titik aksi yaitu di Kantor Gubernur Sulsel, kantor Wali Kota Makassar dan kantor Pertamina.

Baca Juga : BPBD Makassar Kerahkan 25 Armada Salurkan Air ke 26.888 Kepala Keluarga, Layani Kekeringan di 58 Kelurahan

"Kami mendesak Pertamina dan pemerintah daerah harus ada sikap tegas. Ini yang akan kita minta pada aksi hari Kamis. Apa yang bisa dilakukan gubernur, walikota dan bupati," jelasnya.

Sementara itu, Imran, Esco Partai Buruh Kabupaten Selayar menyebut masyarakat Selayar menjadi pihak yang sangat terdampak dengan persoalan krisis energi. Pihaknya berharap ada penambahan LPG untuk Selayar.

"Selayar betul-betul terdampak. Di beberapa SPBU antrian cukup panjang, LPG kurang dan solar juga. Banyak nelayan tak melaut karena ada pengurangan solar. Pertamina juga tak mau terima tabung berkarat sementara Selayar itu laut," katanya.

Baca Juga : Appi Minta Pertamina Investigasi Pangkalan LPG di Makassar

Oleh karena itu, Partai Buruh dari Kepulauan Selayar dipastikan akan ikut bergabung dalam aksi di kota Makassar pada Kamis mendatang. Terlebih karena penderitaan masyarakat Selayar disebut tidak diperjuangkan oleh anggota dewan daerah pemilihan Selayar.

"Kami tetap akan hadir untuk suarakan penderitaan warga Selayar agar Pertamina bisa menambah BBM dan LPG ke Selayar. Karena persoalan kelangkaan BBM ini sama sekali tidak ada anggota dewan yang perjuangkan nasib warga Selayar, betul buta dan tuli khususnya di dapil selayar dan DPR RI yang mendampingi, tidak ada yang memperjuangkan sama sekali," jelas Imran yang juga Kordinator KPBI Selayar.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut telah mengusulkan penambahan kuota BBM sebesar 30% kepada pemerintah pusat untuk antisipasi meningkatnya kebutuhan BBM yang memicu antrean panjang di SPBU.

Baca Juga : PSM Makassar Dapat Suntikan Semangat Dari Appi untuk Laga Kandang Perdana di Pare-pare

"Alhamdulillah sudah mulai terurai. Tentu kita akan melihat evaluasi tentang bagaimana kemudian permintaan penambahan kuota Sulsel," kata Andi Sudirman usai rapat evaluasi serta monitoring terhadap kebijakan penanganan antrean BBM di Aula Rujab Gubernur Sulsel pada Senin (14/9/2026). 

Rapat itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, unsur Forkopimda Sulsel dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Hiswana Migas Sulsel.

Andi Sudirman menyebut, salah satu penyebab meningkatnya antrean pengisian BBM adalah terjadinya migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Baca Juga : Appi Minta Pertamina Fungsikan Seluruh Nozzle di SPBU, Usul Truk dan Bus Antre di Titik Tertentu

"Intinya ada migrasi karena disparitas harga antara subsidi dan nonsubsidi. Sehingga ada migrasi antrean yang tadinya antre nonsubsidi sekarang beralih ke subsidi sehingga terjadi peningkatan," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah beberapa hari terakhir telah menunjukkan hasil positif. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang perlahan berkurang.

“Apa yang menjadi upaya kita beberapa hari ini sudah mulai memperlihatkan hasil yang baik,” ujar Munafri.

Baca Juga : Appi Minta Pertamina Fungsikan Seluruh Nozzle di SPBU, Usul Truk dan Bus Antre di Titik Tertentu

Sejumlah kebijakan juga telah diterapkan untuk mengurai kepadatan, seperti pembelajaran daring, work from home (WFH), pengaturan jadwal pengisian BBM, hingga mendorong penambahan kuota BBM dari pemerintah pusat.

“Makassar sudah memaksimalkan hampir semua SPBU, menambah jam operasional dan juga menambah tenaga. Terima kasih juga kepada pemilik SPBU,” jelasnya.

#Andi Sudirman Sulaiman #Munafri Arifuddin