RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Perguruan tinggi didorong tidak hanya mencetak lulusan pencari kerja, tetapi juga menjadi pusat lahirnya wirausahawan muda yang mampu menciptakan lapangan kerja. Arah tersebut menjadi fokus sinergi strategis antara Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus sekaligus menekan potensi pengangguran sarjana di Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, ke Unismuh Makassar. Kunjungan itu disambut jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., bersama civitas akademika dan Dekanat Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh.
Baca Juga : Fikri dan Faqih Bawa Nama RHIS Berprestasi di Korpasgat Karate Championship 2026
Kampus Tak Cukup Hanya Mencetak Lulusan
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan, kampus harus mampu menjadi laboratorium pencetak wirausahawan yang progresif dan siap bersaing.
Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan motivasi, pendampingan, serta akses pengembangan usaha sejak berada di lingkungan perguruan tinggi. Dengan demikian, lulusan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri.
Baca Juga : Kesempatan Terakhir! Pendaftaran Beasiswa Kalla Gelombang 2 Dibuka Hingga 31 Agustus
“Tujuan utama kami hadir adalah memberikan motivasi kepada adik-adik mahasiswa baru sekaligus jajaran akademisi. Kementerian UMKM berkomitmen memberikan dukungan penuh agar mahasiswa Muhammadiyah tidak masuk dalam daftar sarjana pengangguran, melainkan tampil sebagai pengusaha muda yang mandiri,” ujar Maman.
Untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam program konkret, Kementerian UMKM akan melibatkan Deputi Bidang Kewirausahaan dalam merancang program pendampingan dan pemberdayaan usaha yang terintegrasi.
Program tersebut diharapkan dapat menyasar mahasiswa maupun jajaran dosen, sehingga pengembangan kewirausahaan tidak berhenti pada kegiatan motivasi, tetapi berlanjut pada pembinaan dan penguatan kapasitas usaha.
Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Buka Beasiswa 2026 Gelombang II, Perkuat Investasi SDM Unggul di Kawasan Timur Indonesia
Sinergi Riset hingga Pengabdian Masyarakat
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, menyambut optimistis kolaborasi tersebut. Ia menilai kemitraan dengan Kementerian UMKM dapat memperkuat pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kehadiran Bapak Menteri menjadi inspirasi sekaligus jembatan sinergi bagi Unismuh. Melalui program riset dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan Kementerian UMKM, kami siap mendorong lahirnya unit-unit usaha yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” kata Prof. Andi Sukri.
Menurutnya, kerja sama tersebut membuka ruang pengembangan berbagai program, mulai dari kolaborasi riset, hibah pengabdian masyarakat, hingga akses pembinaan UMKM.
Pendekatan ini dinilai penting karena perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik, jaringan pengetahuan, serta potensi inovasi yang dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat.
Dorong Kemandirian Ekonomi Sulsel
Sinergi Kementerian UMKM dan Unismuh Makassar diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan.
Melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, dan pelaku UMKM, program kewirausahaan dapat dikembangkan menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia usaha.
Dengan demikian, kampus tidak hanya berperan sebagai tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan mental kewirausahaan, pengembangan inovasi, dan penciptaan unit-unit usaha baru.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda dari lingkungan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.
