RAKYATKU.COM - Kajati Sulawesi Selatan, Muhammad Syarifuddin, selaku Ketua Umum Karate-Do Gojukai Pengda Sulsel turun langsung menjemput kepulangan kontingen Sulsel di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Selasa (1/9/2026) malam.
Kontingen ini baru saja menorehkan sejarah sebagai Juara Umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI ke-III Tahun 2026 di Jakarta. Acara penyambutan kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan malam bersama di Kantor Kejati Sulsel.
Pada klasemen akhir kejurnas yang digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur pada 25-27 Agustus 2026 tersebut, kontingen Sulsel tampil begitu dominan dengan mendulang total 114 medali. Rinciannya meliputi 44 medali emas, 30 medali perak, dan 40 medali perunggu, memuncak dari 33 kontingen Pengda seluruh Indonesia. Sulsel melesat jauh meninggalkan DKI Jakarta di posisi kedua (12 emas, 16 perak, 40 perunggu) dan Sumatera Selatan di tempat ketiga (11 emas, 9 perak, 14 perunggu).
Baca Juga : Kejati Kembali Panggil Mantan Pj Gubernur Sulsel, Sudah Dua Kali Mangkir
Empat orang atlet asal Sulsel juga sukses menyabet predikat bergengsi Best of the Best yaitu Nadia Putri Salsabila Huda, Nurul Ainun, Rafaela Aristawidja Putri dan Mardiansyah.
Menyambut kepulangan para pahlawan olahraga tersebut, Kajati Sulsel Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya yang mendalam atas perjuangan luar biasa dari seluruh atlet.
"Hasil ini sangat membanggakan, saya sungguh tidak menyangka kita bisa mendominasi hingga meraih juara umum dan mengungguli DKI Jakarta. Terima kasih atas dedikasi para atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari semua pihak, terutama dari Bapak Gubernur Sulawesi Selatan," kata Muhammad Syarifuddin.
Baca Juga : Kasi Penkum Kejati Sulsel Berikan Penerangan Hukum di PDAM Makassar
Sementara itu, Wakajati Sulsel, Prihatin yang turun langsung sebagai Manajer Tim sekaligus Ketua Harian Karate-Do Gojukai Pengda Sulsel, melaporkan bahwa perjalanan mengantarkan 101 atlet ini penuh dinamika juang.
Mulai dari menempuh perjalanan laut menggunakan kapal Pelni ke Jakarta, hingga mengatur akomodasi dan konsumsi selama kejuaraan berlangsung, seluruh tim tetap solid.
"Sejak awal saya cuma berpesan kepada para atlet agar terus menjaga konsentrasi dan patuh mendengarkan instruksi pelatih," ungkap Prihatin.