RAKYATKU.COM, DENPASAR — Tumbuh cepat saja tidak cukup bagi industri Pinjaman Daring (Pindar). Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar, menegaskan bahwa industri Pindar wajib mengedepankan prinsip pertumbuhan yang sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan (sustainable).
"Masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari stakeholders seperti pemerintah, investor, perbankan, ekosistem pendukung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," tegas Entjik dalam ajang Fintech Lending Days di Bali.
Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster, yang turut hadir menggarisbawahi pentingnya memperbesar porsi pembiayaan produktif ketimbang konsumtif demi menggerakkan ekonomi riil daerah.
Baca Juga : DPR Minta Industri Pindar Diberi Ruang Tumbuh dan Kepastian Hukum demi UMKM
"Penting bagi industri Pindar untuk semakin memperbesar porsi pembiayaan produktif ke UMKM untuk semakin mendorong perekonomian rakyat," kata Koster.
Komitmen mendorong ekonomi daerah tersebut direalisasikan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan Pindar dan pelaku UMKM lokal, yang dirangkaikan dengan pameran serta fasilitas business matching.
BERITA TERKAIT
-
Industri & Kinerja Finansial (Fokus Pertumbuhan Pembiayaan & Kualitas Kredit)
-
Pinjol Legal dan Pergadaian Melonjak, Pembiayaan Non-Bank di Sulsel Tumbuh Pesat Per Mei 2026
-
OJK Jatuhkan Sanksi ke Indosaku, Denda Rp875 Juta Terkait Pelanggaran Penagihan
-
OJK Awasi Intensif KoinP2P, Tegaskan Komitmen Lindungi Lender dan Industri Pindar