Jumat, 28 Agustus 2026 11:19

OJK Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, 570 Siswa Sekolah Rakyat Mulai Kenal Layanan Keuangan

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
OJK Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, 570 Siswa Sekolah Rakyat Mulai Kenal Layanan Keuangan

OJK Sulselbar mendorong budaya menabung sejak dini. Sebanyak 570 siswa Sekolah Rakyat Makassar mendapat edukasi literasi dan inklusi keuangan.

RAKYATKU. COM, MAKASSAR— Kebiasaan mengelola uang sejak usia sekolah menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Sebanyak 570 siswa Sekolah Rakyat di Kota Makassar mendapat edukasi mengenai pentingnya menabung, mengelola uang secara bijak, serta mengenal layanan keuangan yang aman dan resmi.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 (SRT 3) Provinsi Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis (27/8).

Kegiatan tersebut melibatkan siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Kota Makassar, yakni SRT 3 Sulsel, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar dan SRMP 26 Makassar. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan budaya menabung sekaligus memperkuat pemahaman pelajar mengenai pengelolaan keuangan.

Baca Juga : OJK, Bank Sulselbar dan LPS Bersinergi Cetak Generasi Muda Melek Keuangan

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan, kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Menurutnya, hal terpenting adalah membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara rutin dan konsisten.

“Menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan secara rutin. Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, tetapi kebiasaan dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten,” ujar Moch. Muchlasin.

Pesan tersebut menjadi penting karena kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu bekal yang dibutuhkan generasi muda dalam mempersiapkan masa depan. Menabung tidak hanya dipandang sebagai aktivitas menyimpan uang, tetapi juga sebagai latihan membangun kedisiplinan dan kemampuan membuat perencanaan keuangan.

Baca Juga : Modus Kripto Ilegal Kembali Marak: Satgas PASTI Hentikan YWWSDC dan RTHAE

OJK melihat edukasi tersebut perlu dilakukan sejak usia dini. Pelajar perlu memahami bagaimana menggunakan uang secara bijak, termasuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses terhadap layanan keuangan dengan tingkat pemahaman pelajar. Pada kelompok usia pelajar 15-17 tahun, indeks literasi keuangan tercatat 56,04 persen. Sementara indeks inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa mencapai 89,13 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap produk dan layanan keuangan di kalangan pelajar relatif tinggi, namun pemahaman mengenai produk dan layanan tersebut masih perlu diperkuat.

Baca Juga : OJK Jatuhkan 1.277 Sanksi Sektor Pasar Modal, Denda Tembus Rp327 Miliar per Agustus 2026

Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Sulselbar turut membuka Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB bagi seluruh pelajar Sekolah Rakyat yang hadir. Rekening tersebut diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk mulai mempraktikkan kebiasaan menabung sekaligus mengenal layanan perbankan yang aman dan legal.

Selain perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung serta keamanan dan penjaminan simpanan di bank. Sementara OJK memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.

Baca Juga : Puncak Hari Indonesia Menabung 2026: OJK Sasar Sekolah Rakyat Demi Target Inklusi Keuangan 98 Persen

Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman generasi muda mengenai sistem keuangan. Pelajar tidak hanya diperkenalkan pada produk tabungan, tetapi juga diarahkan agar memahami pentingnya menggunakan layanan dari lembaga keuangan yang resmi dan berizin.

Kegiatan Puncak HIM dan BLK 2026 pun dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa menabung merupakan kebiasaan sederhana yang dapat menjadi fondasi dalam merencanakan masa depan.

Melalui kegiatan tersebut, OJK mendorong pelajar untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat dari hal sederhana: menyisihkan uang secara rutin, mengatur pengeluaran, menentukan prioritas dan merencanakan penggunaan uang untuk kebutuhan di masa depan.

Baca Juga : Gencarkan Inklusi Keuangan Nasional, OJK Penganugerahan KEJAR Award dan Financial Literacy Award 2026

Bagi OJK, pembentukan kebiasaan tersebut bukan hanya soal berapa banyak uang yang berhasil dikumpulkan. Lebih jauh, menabung menjadi latihan untuk membangun kedisiplinan dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Dengan demikian, Hari Indonesia Menabung 2026 tidak sekadar menjadi momentum kampanye menabung, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk mempersiapkan generasi muda agar semakin cerdas, bijak dan inklusif secara finansial.

#OJK #OJK sulselbar #Hari Indonesia Menabung 2026 #budaya menabung #literasi keuangan #Inklusi keuangan #Sekolah Rakyat #siswa Makassar #generasi muda #Edukasi keuangan