Kamis, 23 Juli 2026 18:03

DLH Gandeng PUPR Wajo, Biopori Bakal Jadi Bagian Perencanaan Setiap Bangunan

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
DLH Gandeng PUPR Wajo, Biopori Bakal Jadi Bagian Perencanaan Setiap Bangunan

"Tanpa dukungan dan sinergi dari semua pihak, Wajo tidak akan pernah menjadi daerah yang bersih, sehat, dan nyaman. Jika kita benar-benar mencintai Wajo, mari kita bergandengan tangan dan mengambil peran nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan Kabupaten Wajo yang lebih baik,"

RAKYATKU.COM, WAJO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendorong penerapan biopori dalam setiap perencanaan bangunan yang diajukan untuk memperoleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kamis (23/7/1026).

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala DLH Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal, bersama jajaran Dinas PUPR. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi DLH dengan para pengembang (developer) terkait upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif di Kabupaten Wajo.

Andi Fakhrul Rijal mengatakan, Dinas PUPR memiliki peran strategis karena berwenang melakukan pemeriksaan dokumen perencanaan bangunan sebelum penerbitan PBG. Menurutnya, kewenangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengintegrasikan aspek pengelolaan sampah sejak tahap awal pembangunan.

Baca Juga : Ketua DPRD Wajo Bacakan Naskah Proklamasi pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

"Melalui proses perencanaan bangunan, kita ingin memastikan pengelolaan sampah sudah dipikirkan sejak awal, salah satunya dengan menyediakan biopori sebagai sarana pengolahan sampah organik," ujar Andi Fakhrul Rijal.

Ia menjelaskan, penerapan biopori nantinya akan diarahkan pada berbagai jenis bangunan, mulai dari rumah tinggal, perkantoran, kafe, hotel, pasar hingga bangunan lainnya. Biopori diharapkan menjadi media pengolahan sampah organik, terutama sampah dapur dan sisa makanan, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

"Insya Allah ke depan tidak ada lagi bangunan yang dibangun tanpa biopori. Dengan adanya biopori di setiap bangunan, pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari sumbernya sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA," katanya.

Baca Juga : Bupati Wajo Ziarah Taman Makam Pahlawan Empagae bersama Forkopimda

DLH menyebut Dinas PUPR menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam merealisasikan rencana tersebut. Kolaborasi lintas perangkat daerah itu diharapkan menjadi langkah awal membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Wajo.

Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Wajo beserta jajaran, serta tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo.

Di akhir pertemuan, Andi Fakhrul Rijal mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, sektor swasta, aparatur sipil negara (ASN), hingga para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Baca Juga : Warga Anabanua Kini Punya Akses Lebih Mudah, Jembatan Gantung Resmi Digunakan

"Tanpa dukungan dan sinergi dari semua pihak, Wajo tidak akan pernah menjadi daerah yang bersih, sehat, dan nyaman. Jika kita benar-benar mencintai Wajo, mari kita bergandengan tangan dan mengambil peran nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan Kabupaten Wajo yang lebih baik," tutupnya.

#pemkab wajo