Kamis, 09 Juli 2026 23:50

Sasar Wilayah Pesisir, OJK Sulsel Sulbar Perkuat Literasi Keuangan Nelayan Sinjai

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
OJK menggelar program edukasi keuangan khusus yang menyasar komunitas nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai
OJK menggelar program edukasi keuangan khusus yang menyasar komunitas nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai

Gandeng KKP, OJK Sulsel Sulbar latih ibu rumah tangga nelayan di Tongke-Tongke Sinjai kelola keuangan dan optimalkan 1.403 Agen Laku Pandai.

RAKYATKU.COM, SINJAI – Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulsel Sulbar) terus memperluas jangkauan program penetrasi keuangan formal ke wilayah pinggiran. Menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, OJK menggelar program edukasi keuangan khusus yang menyasar komunitas nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai.

Langkah taktis ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang OJK dalam mendongkrak indeks literasi dan inklusi keuangan di wilayah pesisir, yang dinilai sebagai salah satu sektor jangkar penopang pertumbuhan ekonomi regional.

Fokus pada Manajemen Domestik dan Kewaspadaan Keuangan Ilegal

Baca Juga : Sasar Sektor Beras dan Telur, OJK Sulsel Sulbar Pacu Pembiayaan KUR di Sidrap

Aktivasi edukatif ini melibatkan puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan. Materi pelatihan sengaja difokuskan pada penguatan kompetensi tata kelola keuangan domestik agar berjalan sehat dan berkelanjutan. Para peserta dibekali kecakapan praktis mulai dari teknik penyusunan anggaran berkala, kontrol arus kas pendapatan dan pengeluaran, hingga urgensi menabung untuk pos kebutuhan jangka pendek maupun panjang.

Di samping manajemen internal, OJK memberikan atensi besar pada aspek perlindungan konsumen. Warga pesisir dibekali pemahaman komprehensif untuk mengenali anatomi risiko investasi bodong, jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal, serta aneka modus penipuan digital yang rentan memicu kerugian finansial.

Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa tingkat kecerdasan finansial berbanding lurus dengan ketahanan ekonomi keluarga.

Baca Juga : Perkuat Benteng Finansial Warga, OJK Sulsel Sulbar dan DPR RI Gelar Edukasi Keuangan di Barru

"Kecakapan finansial tidak sekadar tahu produk bank, melainkan jeli mengambil keputusan keuangan yang proporsional sesuai kebutuhan dan kemampuan. Ini adalah modal dasar untuk memicu kesejahteraan yang berkelanjutan," urai Muchlasin.

Hilirisasi Perbankan lewat Gurita Agen Laku Pandai

Guna memastikan materi edukasi langsung berdampak pada akses riil, OJK turut memperkenalkan ekosistem Agen Laku Pandai sebagai perpanjangan tangan perbankan formal di level pedesaan. Layanan nir-kantor ini mempermudah warga pesisir mengeksekusi transaksi harian secara aman dan murah, seperti pembukaan rekening perbankan dan sistem pembayaran.

Baca Juga : Perkuat Benteng Finansial Warga, OJK Sulsel Sulbar dan DPR RI Gelar Edukasi Keuangan di Barru

Potensi pasar inklusi keuangan di Sinjai sendiri tercatat tumbuh subur dengan kepemilikan total 1.403 unit agen aktif. Jaringan gurita Laku Pandai ini ditopang kuat oleh sebaran:

Agen BRILink (BRI): Memimpin dominasi dengan total 1.169 agen.

BSI Smart (BSI): Mengoperasikan sebanyak 93 agen.

Baca Juga : Perkuat Benteng Finansial Warga, OJK Sulsel Sulbar dan DPR RI Gelar Edukasi Keuangan di Barru

Mandiri Agen (Mandiri): Tercatat memiliki 91 agen.

Agen46 (BNI): Mengisi ceruk pelayanan dengan 50 agen.

Melalui integrasi edukasi intensif dan ketersediaan infrastruktur perbankan mini ini, OJK optimistis ketahanan finansial masyarakat pesisir di Sulselbar dapat tumbuh lebih kokoh dan mandiri secara jangka panjang.

##OJKSulselSulbar ##KabupatenSinjai ##NelayanPesisir ##LakuPandai ##LiterasiKeuangan ##InklusiKeuangan ##InfoSinjai ##EkonomiPesisir