Rabu, 24 Juni 2026 11:45

Investment Forum 2026: Makassar Tawarkan Sektor Maritim Global hingga Pengembangan Kawasan Ekonomi Baru Untia

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, H. Muh. Mario Said
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, H. Muh. Mario Said

Makassar Investment Forum 2026: Malaysia, Polandia hingga Kosta Rika lirik sektor seafood. Kawasan bisnis Untia dan Pulau Lanjukang siap digarap swasta.

RAKYATKU. COM, MAKASSAR – Rangkaian kegiatan ekonomi pasca-pembukaan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 berlanjut secara intensif melalui gelaran Makassar Investment Forum. Ajang strategis ini dirancang untuk mempertemukan jajaran pemerintah dan sektor swasta guna menjajaki peluang kemitraan investasi bernilai tinggi antara Kota Makassar dengan berbagai negara sahabat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, H. Muh. Mario Said, menjelaskan bahwa forum ini menggunakan pendekatan multilateral yang komprehensif, mencakup talkshow akademis-bisnis, hingga pertemuan diplomasi ekonomi yang spesifik.

"Rangkaian Investment Forum ini dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan sesi talkshow yang melibatkan pelaku usaha serta sektor pendidikan yang diwakili langsung oleh Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas). Setelah itu, agenda masuk ke tahap krusial, yaitu pertemuan Business-to-Business (B2B) serta Government-to-Government (G2G)," urai Mario Said di sela-sela acara, Rabu (24/6).

Baca Juga : Bidik Sektor Eco-Tourism Hingga Infrastruktur, Makassar Jajaki Skema Sister City dengan 8 Negara

Sektor Maritim Jadi Primadona, Enam Negara Strategis Masuk Radar Penjajakan

Dalam forum investasi ini, sektor perikanan dan kelautan (seafood) menjadi komoditas unggulan utama yang paling memikat perhatian para delegasi internasional. Karakteristik Makassar sebagai kota maritim membuat sektor ini memiliki daya tawar yang sangat tinggi di pasar global.

Selain seafood, sektor perkebunan seperti kopi dan rempah-rempah serta bumbu-bumbuan juga masuk dalam radar ketertarikan investor luar negeri. Sebanyak 20 pelaku usaha besar dipastikan terlibat dalam forum ini untuk memulai komunikasi dan penjajakan awal. Berdasarkan peta pemetaan awal, negara-negara dinamis seperti Malaysia, Kamboja, Polandia, Ukraina, Kosta Rika, hingga Fiji tercatat sebagai deretan negara yang menunjukkan atensi besar terhadap potensi komoditas yang ditawarkan.

Baca Juga : Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 Perkuat Posisi Makassar sebagai Gerbang Indonesia Timur

"Komoditas seafood yang paling mendominasi perhatian negara-negara yang hadir. Terkait korporasi, sudah ada agenda pembicaraan dengan perusahaan besar seperti PT Bomar dan PT Usaha Elang Permata (NNAS). Sebanyak 20 pelaku usaha yang terlibat sudah mengonfirmasi minat mereka untuk melakukan penjajakan pola kerja sama ke depan," tambah Mario.

Terkait sektor infrastruktur makro, Mario menyebutkan beberapa delegasi negara telah menjadwalkan pertemuan G2G khusus untuk berbicara langsung dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang detail anggarannya akan dimatangkan dalam sesi B2B.

Stadion Untia 100% APBD, Swasta Ditawarkan Garap Kawasan Bisnis Sekitarnya

Baca Juga : Kota Makassar Terima Penghargaan Dunia WRI Ross Center Prize

Menjawab pertanyaan mengenai proyek infrastruktur olahraga dan fasilitas publik, Mario Said menegaskan kebijakan anggaran strategis Pemkot Makassar terkait pembangunan stadion baru. Proyek monumental stadion dipastikan tidak akan dilepas ke pihak ketiga, melainkan dibiayai penuh oleh daerah.

"Untuk pembangunan stadion, itu sudah pasti akan dilaksanakan dan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Proyek tersebut 100 persen menggunakan APBD, sehingga tidak kami tawarkan lagi kepada pihak swasta," tegas Kepala DPMPTSP tersebut.

Kendati demikian, pemerintah kota membuka pintu investasi selebar-lebarnya bagi swasta untuk menggarap Kawasan Untia yang mengelilingi area stadion tersebut. Kehadiran stadion baru diposisikan sebagai pemantik (trigger) utama guna menghidupkan kawasan ekonomi dan bisnis terpadu baru di wilayah Untia.

Baca Juga : 28 Negara Hadir di Makassar, IGS 2026 Jadi Panggung Diplomasi, Investasi dan Promosi Indonesia Timur

Selain Kawasan Untia, sektor pariwisata yang ditawarkan secara serius oleh Pemkot Makassar adalah proyek pengembangan destinasi wisata premium di Pulau Lanjukang, yang saat ini dokumen kajiannya sedang dirampungkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Beri Ruang Sinergi untuk 23 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan

Sebagai pusat pertumbuhan di bagian timur, Pemkot Makassar tidak bergerak sendiri. Forum investasi ini turut dihadiri oleh delegasi dari 23 daerah kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan. Mayoritas daerah diwakili oleh Wakil Bupati serta Kepala DPMPTSP masing-masing karena para kepala daerah sedang menghadiri agenda nasional di Gorontalo.

Baca Juga : Masuk Daftar Best Place to Invest, Appi Paparkan Makassar Sebagai Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur

Meskipun Pemkot Makassar tidak menyediakan sesi presentasi khusus bagi daerah lain, fasilitasi ruang komunikasi tetap dibuka secara maksimal.

"Kami tidak menyediakan sesi presentasi khusus untuk daerah lain pada kesempatan ini. Namun, kami memberikan ruang dan tempat yang representatif bagi 23 daerah yang hadir jika mereka ingin membangun komunikasi dan menjajakan keunggulan daerahnya langsung dengan perwakilan negara asing," pungkas Mario Said.

#Makassar Investment Forum #DPMPTSP Makassar #Mario Said #Kawasan Untia #Stadion Makassar #Pulau Lanjukang #Investasi Maritim #Berita Bisnis Makassar #Munafri Arifuddin #malaysia #Polandia #Kosta Rika