RAKYATKU. COM, MAJENE – Generasi muda, khususnya mahasiswa, merupakan kelompok yang paling akrab dengan ekosistem digital. Namun, kedekatan ini bak pisau bermata dua; mereka juga menjadi sasaran empuk berbagai modus kejahatan siber finansial yang kian hari kian manipulatif.
Melihat kerentanan tersebut, OJK Sulsel Sulbar berkolaborasi dengan Lembaga Penerbitan dan Penyiaran (LPP) Karakter Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar edukasi keuangan intensif. Agenda yang dipusatkan di Kabupaten Majene ini diikuti oleh 150 civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsulbar.
Di hadapan para mahasiswa, OJK membedah secara radikal berbagai modus penipuan digital yang tengah marak, bahaya laten investasi bodong, hingga jebakan lingkaran setan pinjaman online (pinjol) ilegal. Mahasiswa FISIP Unsulbar dibekali keahlian untuk memanfaatkan layanan fintech secara cerdas sekaligus mengenali ciri-ciri platform keuangan ilegal.
Baca Juga : Cerdas Berkeuangan di Era Digital, OJK Sulselbar Siapkan Duta LIK untuk Tangkal Pinjol dan Investasi Ilegal
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengingatkan bahwa kecerdasan digital mahasiswa harus berbanding lurus dengan kewaspadaan finansial mereka.
"Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara cerdas serta memahami berbagai risiko yang dapat muncul dalam aktivitas keuangan di era digital. Pemahaman ini menjadi pelindung agar mereka tidak terjebak dalam pusaran penipuan siber maupun pinjol ilegal yang menargetkan kalangan akademisi," tegas Muchlasin.
Lewat kegiatan ini, mahasiswa ditantang untuk tidak hanya menjadi konsumen digital yang pasif, melainkan mampu bertindak sebagai benteng informasi dan agen literasi keuangan bagi masyarakat luas.
BERITA TERKAIT
-
Moch. Muchlasin: Generasi Muda Punya Potensi Besar Jadi Motor Literasi Keuangan di Sulselbar
-
Moch. Muchlasin: TPAKD Harus Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Formalitas Kegiatan
-
OJK Tegaskan Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Geopolitik Global
-
Edukasi Keuangan Masif dan Perlindungan Konsumen: OJK Sulselbar Tangani 5,1 Ribu Aduan hingga Juli 2026