RAKYATKU.COM, PAREPARE—Wali Kota Parepare, Tasming Hamid melakukan peninjauan langsung ke area pembinaan kemandirian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Tasming Hamid meninjau greenhouse yang tengah dipersiapkan sebagai sarana budidaya tanaman hidroponik. Dalam kesempatan tersebut, Tasming melihat secara langsung berbagai fasilitas yang telah disiapkan guna mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan bagi warga binaan.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Selain meninjau greenhouse, Tasming juga mengunjungi area perkebunan yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan warga binaan.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Baca Juga : Tasming Hamid Apresiasi Edukasi Keuangan OJK untuk Perkuat Literasi Masyarakat Parepare
Program ini merupakan salah satu upaya Lapas Parepare dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membina warga binaan agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan produktif selama menjalani masa pidana.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Tasming Hamid turut melakukan penanaman bibit sayuran bersama jajaran Lapas Parepare. Adapun bibit yang ditanam antara lain kangkung, terong, serta beberapa jenis sayuran lainnya yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan Lapas Parepare.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Dalam kesempatan tersebut, Tasming Hamid mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilaksanakan Lapas Parepare, khususnya pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian dan pengembangan greenhouse hidroponik.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Baca Juga : Pertamina Temukan Indikasi LPG Keluar Daerah, Pemkot Parepare Perketat Pengawasan Distribusi Gas Subsidi
"Program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan seperti ini sangat baik karena memberikan kegiatan yang produktif bagi warga binaan sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan. Saya berharap program ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar ke depannya," ujar Tasming
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Kalapas Parepare, Marten menyampaikan bahwa greenhouse dan area perkebunan merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan yang terus dikembangkan di Lapas Parepare.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
"Greenhouse dan area perkebunan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan yang terus kami kembangkan di Lapas Parepare. Dukungan dari Pemerintah Kota Parepare menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengoptimalkan program ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi warga binaan maupun masyarakat," ungkap Marten.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kolaborasi sebagai wujud dukungan bersama dalam menciptakan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.(*)
