Selasa, 02 Juni 2026 23:16
kualitas produk yang terjaga, jaringan layanan purna jual yang luas, ketersediaan suku cadang, hingga kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama yang membuat Toyota tetap menjadi pilihan konsumen.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR-- Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, masyarakat kini semakin selektif dalam membeli kendaraan. Mobil tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi juga menjadi aset yang dipertimbangkan nilai ekonominya dalam jangka panjang.

 

Bagi banyak keluarga Indonesia, keputusan membeli mobil kini tidak hanya didasarkan pada desain, fitur, atau performa mesin. Ada satu faktor yang semakin menjadi perhatian, yakni nilai jual kembali atau resale value.

Di tengah derasnya persaingan industri otomotif dan munculnya berbagai merek baru, Toyota tetap menjadi salah satu merek yang dikenal memiliki harga jual kembali yang stabil bahkan relatif tinggi dibanding banyak kompetitornya.

Baca Juga : Kalla Lines Tambah Armada, Perkuat Rantai Logistik Maritim untuk Dukung Pertumbuhan Industri di Kawasan Timur Indonesia

Bagi Rahman (42), seorang pengusaha kuliner di Makassar, pengalaman itu ia rasakan sendiri ketika memutuskan menjual Toyota Avanza miliknya yang telah digunakan selama hampir enam tahun.

 

"Saya cukup kaget karena harga jualnya masih tinggi. Bahkan selisih depresiasinya tidak sebesar yang saya bayangkan. Itu yang membuat saya kembali memilih Toyota," ujarnya.

Hasil penjualan Avanza tersebut kemudian digunakan Rahman untuk melakukan upgrade kendaraan ke Toyota Innova Zenix Hybrid, yang menurutnya lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga dan aktivitas bisnisnya saat ini.

Baca Juga : Beasiswa Kalla 2026 Dibuka, Mahasiswa Indonesia Timur Berpeluang Dapat Bantuan UKT hingga Semester 8

Menurut Rahman, salah satu alasan Toyota tetap diminati pasar mobil bekas adalah karena faktor kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produknya.

"Orang kalau cari mobil bekas biasanya pertama yang dicari Toyota. Jadi saat dijual kembali lebih cepat dan pasarnya luas," katanya.

Fenomena tersebut bukan tanpa alasan. General Manager Marketing Kalla Toyota, Suliadin, menilai kekuatan harga jual kembali Toyota lahir dari kombinasi berbagai faktor yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Baca Juga : Dikepung Merek Baru, Kalla Toyota Masih Kuasai 36 Persen Pasar Sulawesi

Menurutnya, kualitas produk yang terjaga, jaringan layanan purna jual yang luas, ketersediaan suku cadang, hingga kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama yang membuat Toyota tetap menjadi pilihan konsumen.

"Ketika membeli mobil, masyarakat sebenarnya tidak hanya membeli kendaraan, tetapi juga membeli rasa aman. Salah satu bentuk rasa aman itu adalah ketika kendaraan memiliki harga jual kembali yang tetap baik," ujar Suliadin.

Ia menjelaskan bahwa jaringan bengkel resmi Toyota yang tersebar luas hingga berbagai daerah menjadi faktor penting dalam menjaga nilai kendaraan.

Baca Juga : BYD M6 DM Resmi Masuk Indonesia, MPV Hybrid Plug-in Ini Klaim Konsumsi Tembus 65 Km per Liter

Kemudahan servis dan ketersediaan suku cadang membuat kondisi kendaraan lebih mudah dijaga sehingga tetap diminati pasar saat dijual kembali.

Selain itu, Toyota juga dikenal memiliki ekosistem layanan yang lengkap mulai dari penjualan, layanan purna jual, hingga fasilitas tukar tambah kendaraan yang memudahkan konsumen melakukan upgrade unit.

Di wilayah Sulawesi sendiri, kepercayaan masyarakat terhadap Toyota masih sangat tinggi. Kalla Toyota bahkan mampu mempertahankan posisi sebagai market leader dengan pangsa pasar mendekati 40 persen di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga : Wuling Eksion Masuk Makassar, Sinyal Persaingan SUV Elektrifikasi Semakin Panas di Indonesia Timur

Bagi Suliadin, tingginya loyalitas konsumen Toyota tidak terlepas dari kesadaran masyarakat bahwa kendaraan bukan hanya soal kebutuhan hari ini, tetapi juga tentang nilai yang bisa dipertahankan di masa depan.

"Konsumen sekarang semakin cerdas. Mereka mempertimbangkan total biaya kepemilikan kendaraan, termasuk bagaimana harga jualnya nanti ketika ingin melakukan upgrade unit," jelasnya.

Karena itu, banyak konsumen Toyota yang akhirnya kembali memilih Toyota saat mengganti kendaraan mereka.

Seperti yang dialami Rahman. Setelah merasakan kemudahan menjual Avanza miliknya dengan harga yang masih kompetitif, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan pilihan berikutnya.

"Kalau mobil masih punya harga jual yang bagus, rasanya seperti punya tabungan berjalan. Ketika ingin ganti mobil, bebannya tidak terlalu berat karena nilai kendaraan masih terjaga," ungkapnya.

Di tengah tren kendaraan yang terus berubah dan persaingan industri yang semakin ketat, kisah seperti Rahman menjadi gambaran bahwa membeli mobil bukan sekadar soal gaya hidup.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, memilih kendaraan dengan nilai jual kembali yang kuat merupakan bagian dari strategi investasi cerdas.

Dan selama puluhan tahun, Toyota berhasil membangun kepercayaan tersebut melalui kualitas produk, layanan purna jual, serta ekosistem yang membuat kendaraan tetap bernilai bahkan setelah bertahun-tahun digunakan.

Karena pada akhirnya, kendaraan terbaik bukan hanya yang nyaman digunakan hari ini, tetapi juga yang tetap bernilai saat waktunya berpindah tangan.

BERITA TERKAIT