RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Upaya memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an di wilayah pedesaan terus digencarkan LAZ Hadji Kalla melalui program Tebar Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS). Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah pelaksanaan Diklat Standardisasi Guru Mengaji Metode Tilawati Level 1 di Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Program tersebut hadir sebagai respons atas masih terbatasnya sistem pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur di desa. Selama ini, kegiatan mengaji di masyarakat berjalan secara sederhana dan belum didukung tenaga pengajar dengan metode pembelajaran yang seragam. Sebagian besar masjid di Desa Rajang juga belum memiliki Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) aktif, padahal jumlah anak usia belajar mengaji tergolong tinggi.
Melalui pendampingan intensif yang dilakukan Dai DBS LAZ Hadji Kalla, Abdurrahman Laica, pembinaan pendidikan Al-Qur’an mulai dibangun secara bertahap. Tidak hanya mengajar anak-anak secara rutin, ia juga mendorong revitalisasi pembelajaran Al-Qur’an di masjid-masjid serta menginisiasi pembentukan TPQ di empat titik wilayah desa.
Baca Juga : Sambut HUT ke-14, Aston Makassar Edukasi Puluhan Siswa SD Lewat “Kid’s Hotel Adventure”
Menurut Abdurrahman, tantangan utama yang dihadapi masyarakat bukan sekadar minimnya fasilitas TPQ, melainkan belum tersedianya guru mengaji yang memiliki standar pengajaran yang terukur dan sistematis.
“Pendidikan Al-Qur’an membutuhkan metode yang tepat agar anak-anak lebih mudah memahami bacaan dan tajwid sejak dini. Karena itu, kami tidak hanya membangun TPQ, tetapi juga menyiapkan sumber daya pengajarnya agar memiliki kualitas pembelajaran yang sama,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, para calon Guru Mengaji kemudian difasilitasi mengikuti Diklat Standardisasi Guru Mengaji Level 1 menggunakan Metode Tilawati yang diselenggarakan secara daring dari Surabaya. Pelatihan tersebut membekali peserta dengan teknik dasar pengajaran Al-Qur’an yang lebih efektif, terarah, dan mudah diterapkan kepada anak-anak.
Baca Juga : Pertamina Tambah 392 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulawesi, Antisipasi Lonjakan Konsumsi Saat Long Weekend
Program yang dimulai sejak Mei 2026 itu diikuti 31 peserta dari empat masjid di Desa Rajang. Sebanyak 28 peserta berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan mulai menerapkan sistem pembelajaran Tilawati di TPQ masing-masing.
Peserta berasal dari Masjid Nurul Huda Buttu-buttu sebanyak 10 orang, Masjid Nurul Yaqin Buttu Rajang 6 orang, Masjid An Nur Buttu 7 orang, serta Masjid Al Ikhlas Kampung Suka sebanyak 8 orang.
Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Muh. Syafei Karsali, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru mengaji menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan di desa.
Baca Juga : OJK Sulselbar dan Pemkab Bulukumba Perkuat Literasi Keuangan Nelayan melalui Program EKI dan KNMP
“Program ini bukan sekadar pelatihan jangka pendek, tetapi bagian dari ikhtiar membangun sistem pembinaan Al-Qur’an yang dapat terus hidup di tengah masyarakat. Dengan adanya standardisasi metode mengajar, kualitas pendidikan Al-Qur’an di desa diharapkan semakin merata dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Rajang, Muhammad Abu, menyampaikan apresiasi atas kontribusi LAZ Hadji Kalla dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di wilayahnya.
Ia menilai program tersebut memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan guru-guru mengaji yang lebih siap membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an secara rutin dan terarah.
Baca Juga : OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan di Sinjai Lewat Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih
Kehadiran program Tebar Dai DBS dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman di daerah pedesaan. Selain meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an anak-anak, program ini juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan masyarakat.