Selasa, 21 April 2026 22:14
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran perempuan tidak lagi berada di pinggiran, melainkan menjadi aktor utama dalam proses legislasi, pengawasan, dan penganggaran di Sulawesi Selatan.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Peringatan Hari Kartini menjadi momentum reflektif bagi DPRD Sulawesi Selatan dalam memperkuat komitmen terhadap kesetaraan gender dan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah.

 

Dalam Rapat Paripurna yang digelar di Makassar, Selasa (21/4/2026), suasana ruang sidang tampak berbeda. Anggota legislatif perempuan tampil mengenakan kebaya sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan emansipasi perempuan sekaligus penegasan eksistensi perempuan dalam ruang politik.

Ketua DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi, menegaskan bahwa semangat Kartini harus diimplementasikan dalam kebijakan yang konkret dan berdampak.

Baca Juga : Haris Abdurrahman Resmi Dilantik, Lengkapi Komposisi DPRD Sulsel dari PKS

“Ini bukan sekadar simbol, tetapi bagaimana nilai perjuangan Kartini kita hadirkan dalam kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak,” ujarnya.

 

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang responsif gender, terutama dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi perempuan di daerah. Menurutnya, kualitas pembangunan sangat ditentukan oleh sejauh mana kebijakan mampu melindungi dan memberdayakan kelompok rentan.

Selain itu, Rachmatika juga mendorong optimalisasi keterwakilan perempuan di parlemen hingga mencapai kuota minimal 30 persen, sebagai bagian dari penguatan demokrasi yang inklusif.

Baca Juga : BYD Haka Karebosi Dorong Penetrasi Mobil Listrik di Makassar Lewat Program 5+1

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran perempuan tidak lagi berada di pinggiran, melainkan menjadi aktor utama dalam proses legislasi, pengawasan, dan penganggaran di Sulawesi Selatan.