Selasa, 21 April 2026 10:19

WARNING, Acara Perpisahan Berbayar untuk Anak Sekolah Membahayakan Posisi Kepala Sekolah di Makassar

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
WARNING, Acara Perpisahan Berbayar untuk Anak Sekolah Membahayakan Posisi Kepala Sekolah di Makassar

"Jangan sampai karena kegiatan seperti ini, justru berdampak pada posisi kepala sekolah. Bisa saja dicopot kalau tidak patuh,"

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memberikan ultimatum keras kepada seluruh guru dan kepala sekolah di lembaga pendidikan TK, SD, SMP.

Munafri Arifuddin menegaskan larangan tegas bagi sekolah negeri yang masih nekat menggelar acara penamatan di luar sekolah jika membebani orang tua siswa secara finansial.

"Tidak ada pembiaran, sanksi menanti kepala sekolah dan guru jika melanggar. Kalau sekolah tidak punya anggaran, tidak punya biaya, jangan paksakan menggelar kegiatan penamatan. Jangan memberatkan orang tua siswa," tegas Munafri, Selasa (21/4/2026). 

Baca Juga : Pemkot Makassar Ubah Skema Penertiban PKL, KUR Jadi Instrumen Naik Kelas UMKM

Pemerintah kota hanya memberikan pengecualian terbatas jika kegiatan tersebut sepenuhnya dibiayai tanpa melibatkan pungutan dalam bentuk apa pun.

"Kalau ada yang mau menanggung semua biaya secara gratis, silakan. Tapi kalau ada urunan, apalagi sampai memberatkan orang tuas siswa dengan alasan terlanjur kumpul, itu tidak boleh," jelas Appi.

Munafri juga menuturkan, kondisi saat ini adanya ketimpangan kondisi ekonomi di tengah masyarakat. Menurutnya, kebijakan pungutan kedok perpisahan justru berpotensi menciptakan ketidakadilan dan membuat sebagian siswa merasa terpinggirkan.

Baca Juga : Rapat Paripurna dengan Anggota DPRD Makassar, Munafri Tekankan Program Tepat Sasaran

"Tidak semua orang tua punya kemampuan yang sama. Jangan sampai ada anak yang merasa minder atau terbebani hanya karena tidak mampu ikut kegiatan," tambahnya.

Untuk memastikan aturan ini berjalan, Pemkot Makassar akan memperketat pengawasan melalui Disdik. Setiap sekolah diminta patuh tanpa celah, dan segala bentuk pelanggaran akan ditindak tegas.

"Pengawasan dilakukan oleh Disdik, kita akan kontrol ketat. Jangan sampai ada celah yang dimanfaatkan dengan alasan apa pun," katanya.

Baca Juga : Terobosan Baru, Appi Siapkan Lapangan Karebosi untuk Kegiatan Dialog dan Festival Saat May Day

Lebih jauh, Appi mengingatkan bahwa saat ini tengah berlangsung proses rotasi dan pergantian kepala sekolah. Ia menegaskan, jabatan kepala sekolah bisa menjadi taruhan jika tetap membandel dan melanggar kebijakan yang telah ditetapkan.

"Jangan sampai karena kegiatan seperti ini, justru berdampak pada posisi kepala sekolah. Bisa saja dicopot kalau tidak patuh," tegasnya lagi.

Tak hanya sekolah negeri, peringatan juga ditujukan kepada sekolah swasta. Pemerintah Kota Makassar akan berkoordinasi dengan pihak yayasan maupun instansi terkait di bawah kementerian untuk memastikan kebijakan serupa tetap dihormati.

Baca Juga : Antisipasi Kemarau, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

Munafri menegaskan, semua pihak harus menjalankan kebijakan ini secara hati-hati agar tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.

Apalagi, situasi harus tetap kondusif. Jangan menambah masalah hanya karena kegiatan seremonial.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen menjaga agar dunia pendidikan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. 

Baca Juga : Monev Triwulan I, Appi Ingatkan Jajaran OPD Makassar Tak Salah Langka

Terutama dalam memastikan tidak ada kebijakan sekolah yang justru menambah beban ekonomi orang tua siswa.

"Dengan adanya edaran dikeluarkan Disdik, kita berharap seluruh sekolah di Makassar dapat mematuhi aturan. Dan tidak boleh ada kegiatan yang membebaskan orang tua siswa," imbuh Munafri.

#Munafri Arifuddin