Jumat, 10 April 2026 18:10

Kalla Logistics Garap Rantai Dingin, Bidik Lonjakan Industri Produk Beku di Indonesia Timur

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kalla Logistics. menghadirkan layanan Integrated Frozen Logistics sebagai upaya menangkap peluang sekaligus menjawab tantangan distribusi produk bersuhu terkendali.
Kalla Logistics. menghadirkan layanan Integrated Frozen Logistics sebagai upaya menangkap peluang sekaligus menjawab tantangan distribusi produk bersuhu terkendali.

Kalla Logistics menghadirkan layanan integrated frozen logistics untuk mendukung industri produk beku di Indonesia Timur dengan sistem terpadu dan teknologi real time.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR-- Pertumbuhan industri produk beku di Indonesia Timur mulai dilirik serius oleh Kalla Logistics. Perusahaan ini menghadirkan layanan Integrated Frozen Logistics sebagai upaya menangkap peluang sekaligus menjawab tantangan distribusi produk bersuhu terkendali.

Layanan ini dirancang sebagai solusi terpadu yang menggabungkan penyimpanan, distribusi, hingga sistem manajemen dalam satu ekosistem logistik. Implementasinya telah berjalan di sejumlah titik strategis seperti Makassar, Watampone, dan Manado.

Jaga Kualitas, Tekan Risiko Kerusakan

Baca Juga : DANCOW Indonesia Cerdas Hadir Perdana di Sulsel, Athirah Bukit Baruga Wakili Timur Indonesia ke Panggung Nasional

Kalla Logistics menyiapkan infrastruktur rantai dingin (cold chain) dengan standar suhu ketat. Gudang berpendingin dijaga pada kisaran 0°C hingga 8°C, sementara fasilitas pembekuan mencapai -25°C untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga sejak penyimpanan hingga distribusi.

Tak hanya itu, armada transportasi berpendingin dengan kapasitas hingga 10 ton juga disiapkan untuk menjaga stabilitas suhu selama pengiriman—faktor krusial dalam industri makanan beku dan produk sensitif lainnya.

Digitalisasi Jadi Kunci Efisiensi

Baca Juga : Mercure Makassar Nexa Pettarani Bidik Tren Pernikahan Praktis dan Personal Lewat Wedding Expo 2026

Berbeda dari layanan logistik konvensional, Kalla Logistics mengintegrasikan teknologi melalui Frozen Management System. Sistem ini memungkinkan pemantauan stok secara real time, proyeksi kebutuhan, hingga pengelolaan tagihan dalam satu platform.

Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi kesalahan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi bagi pelaku usaha yang bergantung pada rantai pasok dingin.

Perwakilan manajemen, Muhammad Pahreva Haryansyah, menyebut kebutuhan layanan cold chain terus meningkat, terutama di sektor makanan.

Baca Juga : Kalla Lines Tambah Armada, Perkuat Rantai Logistik Maritim untuk Dukung Pertumbuhan Industri di Kawasan Timur Indonesia

“Layanan ini tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga mempermudah pengelolaan operasional melalui sistem yang terintegrasi,” ujarnya.

Standar Keamanan dan Halal Jadi Nilai Tambah

Selain efisiensi, aspek keamanan juga menjadi fokus utama. General Logistics Senior Manager, Fardi Gaffar, menegaskan seluruh proses diawasi dengan standar suhu ketat dan sistem monitoring akurat.

Baca Juga : Telkomsel Prestige Hadirkan Pengalaman Eksklusif Star Wars untuk Pelanggan di Makassar

Keberadaan fasilitas bersertifikasi halal turut menjadi nilai tambah, terutama untuk menjangkau pasar domestik yang sensitif terhadap aspek tersebut.

Peluang Besar di Indonesia Timur

Langkah Kalla Logistics ini mencerminkan potensi besar industri logistik rantai dingin di kawasan timur Indonesia, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Baca Juga : Lion Group Jadikan Makassar Gerbang Strategis Indonesia Timur, BookCabin Travel Fair 2026 Bidik Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi

Dengan pendekatan terintegrasi, perusahaan tidak hanya menyediakan layanan logistik, tetapi juga membangun ekosistem distribusi yang lebih efisien dan modern.

Di tengah meningkatnya konsumsi produk beku, terutama di sektor ritel dan UMKM, kehadiran layanan ini berpotensi menjadi penggerak baru dalam rantai pasok regional.

#Kalla Logistics #frozen logistics #cold chain #logistik #produk beku #gudang pendingin #distribusi #makassar #indonesia timur #supply chain #transportasi berpendingin