Kamis, 02 April 2026 13:47

44 Jemaah Umrah Asal Parepare Terlantar di Arab Saudi, Diduga Tertipu Travel

Editor
Konten Redaksi Rakyatku.Com
44 Jemaah Umrah Asal Parepare Terlantar di Arab Saudi, Diduga Tertipu Travel

"Memang sudah beberapa kali memberangkatkan jemaah umrah itu bagus, tapi nanti kali ini terlantar. Masalahnya sekarang tidak ada tiket pulang, jadi sehingga terlantar,"

RAKYATKU.COM, PAREPARE--Sebanyak 44 jemaah umrah asal Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan terlantar di Arab Saudi dan tidak bisa pulang ke tanah air. Puluhan jemaah ini tertahan lantaran tiket penerbangan kembali yang dijanjikan oleh pihak pengelola ternyata tidak tersedia.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

"Informasi yang saya dapat dari teman itu 44 orang. Ada tiga orang dibantu sama Zakia, kemudian selebihnya katanya ada juga yang mandiri beli sendiri," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare, H. Jami, saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

Kemenag mengungkapkan bahwa persoalan ini bermula dari pihak pengelola umrah, yakni Hj. Bashirah, yang merasa ditipu oleh oknum travel asal Kabupaten Pangkep. Padahal, pengelola mengklaim seluruh biaya tiket pulang-pergi (PP) jemaah sebenarnya telah dilunasi.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

Baca Juga : Parepare Raih Terbaik I Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Fiskal Rp2 Miliar

"Setelah kami coba konfirmasi, oh ternyata Hj. Bashirah ini juga merasa ditipu oleh orang lain. Ya, karena dia mengikuti satu travel di Pangkep," ungkap Jami menjelaskan duduk perkara tersebut.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

Kondisi para jemaah saat ini dikabarkan memprihatinkan karena ketidakpastian jadwal kepulangan mereka ke Indonesia. Jami menyebutkan bahwa masalah utama yang dihadapi para jemaah adalah ketiadaan tiket fisik untuk kembali ke tanah air.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

"Memang sudah beberapa kali memberangkatkan jemaah umrah itu bagus, tapi nanti kali ini terlantar. Masalahnya sekarang tidak ada tiket pulang, jadi sehingga terlantar," tuturnya menambahkan.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

Baca Juga : Tudang Laongruma di Bacukiki, Tasming Hamid Tekankan Pentingnya Musyawarah Petani

Terkait legalitas pengelola, Jami membeberkan bahwa Hj. Bashirah sebelumnya pernah melapor ke Kemenag Parepare untuk mengurus izin travel. Namun, izin tersebut tidak pernah diterbitkan karena yang bersangkutan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

"Setelah kami data, oh ternyata belum memenuhi syarat. Setelah kekurangan persyaratan itu kami sampaikan, ternyata dia tidak bersedia," tegas Jami.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

Pihak pengelola bahkan sempat menyatakan kepada Kemenag bahwa mereka akan memilih untuk bergabung dengan travel lain di masa mendatang. "Dia sudah menyampaikan ke kami bahwa untuk selanjutnya biarlah kami mengikuti di travel orang lain," imbuhnya.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Selain kendala tiket, muncul kabar bahwa para jemaah harus mengeluarkan uang tambahan demi bisa bertahan hidup di sana. Ada informasi yang menyebutkan jemaah diminta membayar jutaan rupiah untuk biaya akomodasi tambahan.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

"Sampai sekalipun ada saya dengar bahwa memang bayar Rp 5 juta itu untuk perpanjangan hotel yang dia tempati. Tapi kalau terkait untuk pembelian tiket, itu saya belum dapat informasi tentang itu," jelas Jami.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

Saat ini, pihak Kemenag Pusat dilaporkan tengah bergerak cepat untuk menangani sisa jemaah yang masih tertahan di Arab Saudi. Koordinasi terus dilakukan dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mencari solusi terbaik.

Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi

Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

 

Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi

"Alhamdulillah Kementerian Haji Pusat bekerja sama dengan Duta Besar kita di luar negeri sudah menangani persoalan itu. Cuma sampai detik ini kami belum dapat informasi bagaimana detailnya," tutup Jami.(*)

Penulis : Hasrul Nawir
#Jamaah umrah #Kementerian Haji dan Umrah #parepare