Selasa, 03 Maret 2026 22:44
Wali Kota Makassar :perayaan yang berlangsung di tengah Ramadan memperlihatkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Perayaan Festival Cap Go Meh 2577/2026 di Kota Makassar berlangsung dalam suasana yang sarat makna. Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Sulawesi, Selasa (3/3/2026), tidak hanya untuk merayakan puncak Tahun Baru Imlek, tetapi juga menunjukkan wajah toleransi yang kian menguat di Sulawesi Selatan.

 

Momentum tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Perbedaan keyakinan tidak menjadi sekat. Umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa tetap berbaur bersama warga Tionghoa dan masyarakat lintas agama lainnya dalam suasana penuh keharmonisan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa perayaan Cap Go Meh kali ini menjadi simbol nyata kehidupan sosial yang inklusif.

Baca Juga : Appi Tekankan Makassar Kota Toleran dan Harmonis Saat Hadiri Festival Cap Go Meh 2026

“Kegiatan Cap Go Meh ini adalah bukti toleransi dalam hidup bermasyarakat. Hal itu terlihat jelas dalam perayaan malam ini,” ujarnya.

 

Menurutnya, perayaan yang berlangsung di tengah Ramadan justru memperlihatkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan.

“Menariknya, acara ini bertepatan dengan bulan Ramadan dan semua membaur. Ini memberikan isyarat bahwa kita semua bisa tumbuh dan membangun secara bersama,” kata Munafri.

Baca Juga : Adira Expo Berkah Ramadan Hadir di Sulawesi, Dorong Pembiayaan Sehat Jelang Lebaran

Ia berharap nilai kebersamaan yang tercermin dalam perayaan tersebut tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

“Kita berharap apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi kehidupan nyata setiap hari di Kota Makassar,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama yang menjaga kondusivitas daerah.

Baca Juga : Safari Ramadan di Tallo, Appi Ingatkan Camat Antisipasi Penumpukan Sampah Jelang Idul Fitri

“Semua agama pada bulan suci Ramadan ini kegiatannya berinisiatif, termasuk WALUBI, termasuk PBI, apalagi umat Muslim yang sementara melaksanakan ibadah puasa,” ujarnya.

Ia mengaku berterima kasih kepada tokoh-tokoh agama Islam, pastor, pendeta, dan seluruh kekuatan umat beragama atas arahan dan dukungan yang membuat pelaksanaan kegiatan ibadah di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, berjalan harmonis.

Data Kanwil Kemenag mencatat indeks kerukunan umat beragama di Provinsi Sulawesi Selatan saat ini berada pada angka 82,3 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 77,80 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil pembinaan berkelanjutan serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca Juga : Pemkot Makassar Dorong Pendekatan Seni Atasi Kejahatan Jalanan

Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Makassar, Roy Ruslim, menjelaskan bahwa perayaan ini merupakan puncak sekaligus penutupan rangkaian 15 hari Tahun Baru Imlek 2577/2026, bertepatan dengan Purnama hari kelima belas penanggalan Wulan.

“Tua dan muda, laki-laki dan perempuan, seluruh lapisan masyarakat hadir dan berbaur dalam suasana penuh keharmonisan tanpa memandang perbedaan suku, budaya maupun agama,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan yang digelar DPD WALUBI Sulawesi Selatan tidak hanya berfokus pada perayaan budaya, tetapi juga kegiatan sosial. Di antaranya pembagian paket sembako kepada warga prasejahtera dan petugas kebersihan di Kecamatan Wajo, buka puasa bersama lintas iman, pembagian 500 voucher paket buka puasa kepada masyarakat penerima manfaat, serta penyediaan tenaga gratis bagi dinas terkait sebagai bentuk kepedulian di tengah kondisi perekonomian yang menantang.

Baca Juga : Appi Singgung Dominasi Pejabat Dinas Pekerjaan Umum Makassar Saat Lantik 27 Pejabat

Perayaan Cap Go Meh 2577/2026 ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman yang kokoh, dinamis, dan penuh optimisme di Tahun Kuda Api. Kebersamaan yang tercipta di ruang publik tersebut mempertegas Makassar sebagai kota dengan fondasi toleransi yang kuat dan terus terjaga.

BERITA TERKAIT