Rabu, 18 Februari 2026 12:56

OJK, BPS, dan LPS Pantau Langsung SNLIK 2026 di Sulsel, Pastikan Data Literasi Keuangan Akurat

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pemantauan lapangan berlangsung pada 12 Februari 2026 di Kabupaten Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng, serta dilanjutkan pada 18 Februari 2026 di Kabupaten Gowa
Pemantauan lapangan berlangsung pada 12 Februari 2026 di Kabupaten Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng, serta dilanjutkan pada 18 Februari 2026 di Kabupaten Gowa

OJK, BPS, dan LPS memantau pelaksanaan SNLIK 2026 di Sulawesi Selatan untuk memastikan akurasi data literasi dan inklusi keuangan sebagai dasar kebijakan ekonomi inklusif.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas metodologi, validitas data, serta akurasi hasil survei yang menjadi dasar perumusan kebijakan sektor keuangan nasional.

Pemantauan lapangan berlangsung pada 12 Februari 2026 di Kabupaten Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng, serta dilanjutkan pada 18 Februari 2026 di Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto, serta Kepala LPS Wilayah 3 Fuad Zaen.

Sebelumnya, rangkaian monitoring SNLIK juga telah dilakukan di Kabupaten Maros (Sulsel) dan Kabupaten Polewali Mandar (Sulbar) pada awal Februari 2026.

Baca Juga : OJK Denda Rp5,35 Miliar Influencer Saham dan Tiga Pihak Manipulator Harga, Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Pasar Modal

Instrumen Strategis untuk Kebijakan Keuangan Inklusif

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa SNLIK merupakan instrumen strategis untuk memotret tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

“Hasil survei ini menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan, program edukasi, serta perluasan akses keuangan yang lebih tepat sasaran. Tujuannya adalah mendorong masyarakat yang melek keuangan, terlindungi, dan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Baca Juga : Pegadaian Raih Dua Penghargaan Internasional di Singapura, Sukuk dan Obligasi Sosial Diakui Asia

Petugas Survei Jadi Agen Literasi Keuangan

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, menekankan bahwa peran petugas lapangan tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi keuangan.

“Petugas PPL adalah agen literasi. Mereka menyampaikan edukasi langsung kepada responden sehingga jangkauan pemahaman keuangan masyarakat semakin luas,” jelasnya.

Baca Juga : Makassar Jadi Tuan Rumah OlympicAD VIII, Ribuan Pelajar Muhammadiyah Tumpah Ruah di Unismuh

LPS Dorong Kepercayaan Masyarakat Menabung di Bank

Sementara itu, Kepala LPS Wilayah 3 Fuad Zaen menyampaikan bahwa partisipasi LPS dalam SNLIK 2026 bertujuan memperoleh gambaran komprehensif tingkat inklusi keuangan sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat menyimpan dana di bank karena aman dan dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku. Data SNLIK akan menjadi pedoman dalam menyusun strategi peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” katanya.

Baca Juga : JEC ORBITA Gelar Operasi Mata Juling Gratis di Makassar, Bantu Pasien Kembali Percaya Diri

Perkuat Sinergi Pemangku Kepentingan

Melalui SNLIK 2026, pemerintah dan otoritas keuangan menargetkan tersedianya data yang komprehensif sebagai landasan penguatan program literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Survei ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam membangun sistem keuangan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

#OJK #BPS #lps #SNLIK 2026 #literasi keuangan #Inklusi keuangan #ekonomi inklusif #Keuangan Nasional #Survei Nasional #Sulawesi Selatan #Edukasi keuangan #Perbankan