Sabtu, 21 Februari 2026 15:04

Karebosi Ramadan Fair Diharapkan Dongkrak Omzet dan Pendapatan UMKM

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Karebosi Ramadan Fair Diharapkan Dongkrak Omzet dan Pendapatan UMKM

"Yang paling penting adalah peningkatan pendapatan, dan juga memberikan pengetahuan tentang higienitas dan sanitasi. Ini wajib. Karena menyangkut kesehatan kita semua,"

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin membuka secara resmi Karebosi Ramadan Fair 2026 yang digelar Dinas Koperasi dan UKM di kawasan jajanan kuliner Kanre-Rong, Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (20/2/2026).

Dalam sambutannya, Munafri menekankan pentingnya peran Dinas Koperasi dalam melakukan pendampingan dan kurasi terhadap para pelaku UMKM, agar produk yang dijajakan memiliki diferensiasi dan daya tarik tersendiri.

"Harus ada perhatian atau asistensi yang baik dari Dinas Koperasi supaya di Kanre-Rong ini tidak semuanya menjual hal yang sama. Jangan dari ujung ke ujung jualannya minuman kemasan dan rokok semua. Harus ada sesuatu yang khas, sesuatu yang menjadi daya tarik," kata Appi.

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Sebut Harga Sembako Relatif Terkendali Saat Ramadhan

Pada gelaran tahun ini, tercatat sebanyak 40 tenant turut ambil bagian dan berhadapan langsung dengan tenant reguler Kanre-Rong. Appi berharap ke depan seluruh pelaku usaha yang terlibat dapat melalui proses kurasi satu per satu.

Menurutnya, kurasi bukan sekadar seleksi, tetapi juga pembekalan pengetahuan (knowledge) terkait pengembangan usaha, strategi pemasaran, hingga penguatan identitas produk.

"Kita berharap Kanre-Rong mulai tahun ini dikurasi satu per satu untuk diberikan pengetahuan bagaimana membangun usaha UMKM yang baik, sehingga tidak semuanya jualan yang sama tanpa diferensiasi," harapnya.

Baca Juga : 49.209 KK Telah Nikmati Iuran Sampah Rp0 di Makassar

Selain diferensiasi produk, Appi juga menekankan pentingnya perencanaan jumlah tenant agar seimbang dengan potensi pengunjung. Ia mengingatkan agar dalam setiap kegiatan serupa, jumlah penjual tidak melebihi daya tampung pasar.

"Di setiap kegiatan seperti ini jangan lebih banyak penjual daripada pembeli. Karena itu tidak akan maksimal. Kita berharap crowd-nya ramai dan berdampak langsung kepada tenant-tenant yang ada," katanya.

Menurutnya, keberhasilan event UMKM bukan hanya dilihat dari jumlah stan yang terisi, tetapi dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu meningkatkan omzet dan memberikan efek ekonomi nyata bagi pelaku usaha.

Baca Juga : Pemkot Makassar Kedepankan Dialog dan Edukasi Dalam Penataan Lapak di Atas Drainase dan Trotoar

Hal lain yang menjadi perhatian khusus Wali Kota adalah aspek higienitas dan sanitasi. Ia meminta Dinas Koperasi menjadikan standar kebersihan sebagai bagian penting dalam proses kurasi UMKM.

"Yang paling penting adalah peningkatan pendapatan, dan juga memberikan pengetahuan tentang higienitas dan sanitasi. Ini wajib. Karena menyangkut kesehatan kita semua," tegas Appi.

Dia menilai peningkatan kualitas produk dan layanan, termasuk kebersihan makanan dan lingkungan berjualan, menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen.

Baca Juga : Tarawih Pertama, Munafri Arifuddin Pimpin Safari Ramadan di Masjid Agung 45

Appi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut acara ini tidak mungkin terlaksana hanya oleh Dinas Koperasi semata, melainkan berkat kolaborasi berbagai pihak.

"Ke depan, Karebosi Ramadan Fair dapat digelar lebih besar dan lebih meriah dengan perencanaan yang semakin matang," jelas politisi Golkar itu.

Sedangkan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menyampaikan bahwa pelaksanaan Karebosi Ramadan Fair 2026 merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui momentum bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Hadiri Imlek Bersama di Balai Manunggal

Kegiatan yang digelar pada 20–28 Februari 2026 di Pelataran Karebosi, Jalan R.A. Kartini, Makassar, ini tidak sekadar menjadi ajang jual beli, tetapi juga wadah integrasi antara pemberdayaan UMKM lokal dan pemenuhan kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

"Mengingat Lapangan Karebosi merupakan ikon dan titik temu masyarakat Makassar, maka kegiatan ini bukan hanya ajang transaksi ekonomi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Makassar," ujarnya.

#Munafri Arifuddin