RAKYATKU.COM, JAKARTA - Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI) terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador pertama dari Indonesia. Pencapaian bersejarah ini menandai pengakuan dunia atas inovasi anak muda tanah air dalam menciptakan solusi teknologi yang inklusif dan berdampak global.
“Mengikuti Samsung Solve for Tomorrow adalah perjalanan yang benar-benar mengubah cara kami melihat diri kami sendiri dan potensi yang kami miliki. Kami merasa sangat bahagia dan bangga bisa membawa nama Indonesia sebagai Global Ambassador," ujar anggota Tim Labmino UI, Anthony Edbert Feriyanto, dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Tim asal UI ini menciptakan RunSight, sebuah perangkat wearable berbasis AI untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari dengan aman. Indonesia kini menjadi satu dari dua negara di wilayah South East Asia and Oceania (SEAO) yang berhasil menembus posisi bergengsi tersebut.
Baca Juga : Kalla Transport & Logistics Perkuat Budaya Keselamatan lewat Safety & Defensive Driving Training di UI
"Bagi kami, ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah program, tetapi tentang membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa tumbuh menjadi solusi nyata yang berdampak. Kami berharap pencapaian ini bisa menginspirasi lebih banyak anak muda Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar, berinovasi dengan empati, dan percaya bahwa karya mereka bisa memberi arti bagi banyak orang,” lanjut Anthony.
Proses pengembangan RunSight melibatkan perjalanan panjang mulai dari mengasah ide hingga menciptakan perangkat yang hemat energi dan murah. Tim Labmino berhasil mengoptimasi kecerdasan buatan yang kompleks agar tetap efisien tanpa mengorbankan faktor keamanan bagi pengguna.
“Kami bangga melihat Tim Labmino mampu berdiri sejajar dan berkontribusi di forum global. Inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ini menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan nyata menuju Indonesia Emas 2045," ucap Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof Fauzan.
Baca Juga : Samsung Rilis Galaxy Tab S10 Lite, Tablet AI Buat Belajar hingga Hiburan
Prof Fauzan juga mengapresiasi kolaborasi pihak swasta dalam membangun ekosistem inovasi bagi generasi muda. Pemerintah menilai langkah ini sangat relevan untuk memperkuat pendidikan berbasis teknologi yang memiliki dampak sosial nyata.
"Kami juga mengapresiasi inisiatif Samsung melalui Solve for Tomorrow yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan dan ekosistem inovasi, dengan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi yang berdampak sosial," imbuhnya.
Pihak Samsung Electronics Indonesia menyatakan rasa bangganya atas keberhasilan mahasiswa UI menembus kancah internasional. Prestasi ini membuktikan bahwa teknologi AI dapat digunakan secara bermakna untuk memberdayakan sesama manusia.
Baca Juga : Galaxy Tab S10 FE, Tablet Multiguna untuk Generasi Produktif dan Kreatif
“Kami sangat bangga atas terpilihnya Tim Labmino sebagai SFT Global Ambassador. Ini tentu adalah sebuah pencapaian yang sangat membanggakan bagi kami dan bagi Indonesia," tutur Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Bagus Erlangga.
Samsung berkomitmen untuk terus mendukung anak muda Indonesia agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta solusi masa depan. Program SFT diharapkan terus menjadi wadah kreatif untuk menjawab berbagai tantangan sosial melalui penguasaan teknologi.
"Melalui pencapaian ini, semakin membuktikan bahwa AI yang bermakna adalah AI yang mampu memberdayakan manusia, dan perjalanan Tim Labmino menjadi contoh bagaimana empati dan teknologi dapat bersatu untuk menciptakan inovasi berdampak di tingkat global," tutup Bagus.
