RAKYATKU.COM, WAJO - Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Tanasitolo–Majauleng menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanasitolo, Selasa, 10 Februari 2026. Kehadiran para legislator tersebut menegaskan komitmen DPRD untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi terakomodasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Musrenbang Kecamatan Tanasitolo dibuka langsung oleh Bupati Wajo, Andi Rosman, dan dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kepala Inspektorat, Camat Tanasitolo, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam).
Tiga anggota DPRD yang hadir yakni H. Mustafa, Amran, dan Haryanto. Dalam forum tersebut, berbagai usulan dari desa dan kelurahan mengemuka, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pemberdayaan UMKM dan pemuda.
Baca Juga : Pimpinan dan Anggota DPRD Wajo Kompak Hadiri Musrenbang Kecamatan Belawa
Anggota DPRD Amran menilai Musrenbang sebagai ruang partisipatif yang strategis dalam menyerap kebutuhan masyarakat secara langsung. Menurut dia, forum ini menjadi instrumen penting dalam memastikan perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran.
“Musrenbang Kecamatan Tanasitolo menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menyusun arah pembangunan yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan,” kata Amran.
Namun, Amran menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh berhenti pada aspek seremonial. Ia mendorong agar seluruh usulan prioritas dari desa dan kelurahan mendapat perhatian serius, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga : Perhatian Khusus untuk Lansia, 24 Jamaah Haji Wajo Masuk Prioritas Pelayanan 1447
“Kami mendorong agar usulan prioritas, khususnya infrastruktur, ekonomi kerakyatan, pelayanan publik, serta pemberdayaan UMKM dan pemuda, dikawal hingga tahap penganggaran dan pelaksanaan,” ujarnya.
Amran juga menekankan pentingnya transparansi dan orientasi hasil dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, masyarakat harus dapat merasakan dampaknyata dari program yang dihasilkan melalui Musrenbang.
Senada dengan itu, anggota DPRD H. Mustafa mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Tanasitolo serta capaian pembangunan Pemerintah Kabupaten Wajo sepanjang tahun 2025. Ia berharap usulan masyarakat yang disampaikan dalam forum tersebut dapat menjadi skala prioritas sesuai kebutuhan lintas sektor.
Baca Juga : DPRD Wajo Minta Penertiban Lapak UMKM Dilakukan Humanis
“Kami mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang ini dan berterima kasih kepada Bupati beserta jajaran atas capaian pembangunan tahun 2025. Harapan masyarakat adalah agar perencanaan ke depan disusun secara matang dan berorientasi pada kebutuhan nyata,” kata Mustafa.
Politikus Partai Gerindra dua periode itu menegaskan DPRD siap mengawal seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program di lapangan. Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi hasil Musrenbang dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Wajo.
“Perencanaan pembangunan harus selaras dengan RPJMD dan visi-misi kepala daerah, serta terintegrasi dengan hasil reses anggota DPRD agar benar-benar representatif,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Wajo Tegaskan Kesiapan Daerah Dukung Program Nasional dalam Rakor Pemprov Sulsel
Sementara itu, anggota DPRD Haryanto menilai partisipasi masyarakat dalam Musrenbang sebagai elemen penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, Musrenbang menjadi salah satu jalur strategis bagi warga untuk terlibat langsung dalam proses perencanaan.
“Kami di DPRD siap mengawal dan memperjuangkan amanah masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang,” kata politikus Partai NasDem tersebut.
Musrenbang Kecamatan Tanasitolo merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Wajo Tahun 2027. Forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan yang lebih responsif, terarah, dan berkeadilan.
