Rabu, 17 Desember 2025 14:21
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM, MAKASSAR — Upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas terus diperluas Astra Motor Sulawesi Selatan dengan menyasar lingkungan korporasi yang memiliki mobilitas tinggi. Terbaru, main dealer sepeda motor Honda tersebut menggelar program edukasi keselamatan berkendara bagi karyawan Coca-Cola di Makassar, Senin (15/12/2025).

 

Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan safety riding yang dirancang komprehensif, memadukan pemahaman teori dan praktik lapangan. Program ini bertujuan membangun kesadaran bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan bagian dari budaya kerja dan gaya hidup sehari-hari.

Dalam sesi materi, peserta dibekali pemahaman dasar tentang potensi bahaya di jalan, teknik membaca kondisi lalu lintas, serta pentingnya sikap berkendara defensif. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan Honda Scoopy, agar peserta dapat merasakan sekaligus menerapkan teknik yang benar dalam situasi nyata.

Baca Juga : Asmo Sulsel Hadirkan Promo “Bulan Penuh Cinta”, Spesial Bagi Konsumen di Bulan Februari

Lintasan praktik disiapkan menyerupai tantangan di jalan raya, mulai dari slalom di jalur sempit, narrow plank untuk melatih keseimbangan, hingga teknik menikung dan berboncengan yang aman. Seluruh sesi dipandu oleh instruktur safety riding Asmo Sulsel yang memastikan setiap peserta memahami prosedur dengan aman dan terukur.

 

Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, menekankan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, konsentrasi, pengendalian emosi, serta kemampuan membaca potensi risiko di jalan merupakan kunci utama keselamatan.

“Skill mengendarai motor memang penting, tetapi yang lebih krusial adalah sikap. Pengendara harus fokus, tidak tergesa-gesa, dan selalu sadar bahwa jalan raya adalah ruang bersama,” ujarnya.

Baca Juga : Operasi Keselamatan Pallawa 2026: Astra Motor Sulsel dan Polres Parepare Edukasi Safety Riding di SMAN 5

Selain teknik berkendara, peserta juga diingatkan mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan. Helm standar, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu dinilai bukan sekadar pelengkap, melainkan perlindungan dasar yang mampu meminimalkan dampak cedera jika terjadi insiden.

Program edukasi ini menjadi bagian dari komitmen Asmo Sulsel dalam mengampanyekan keselamatan berkendara kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan pekerja. Dengan aktivitas kerja yang menuntut mobilitas tinggi, karyawan perusahaan dinilai memiliki peran penting sebagai agen keselamatan di jalan raya.

Melalui pendekatan edukatif yang aplikatif, Asmo Sulsel berharap budaya berkendara aman dapat tertanam kuat, tidak hanya saat pelatihan berlangsung, tetapi juga diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.