RAKYATKU.COM, GORONTALO — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Perwakilan Wilayah III Sulampua menggelar Workshop Literasi Keuangan bagi puluhan wartawan dari Makassar, Sulawesi Selatan.. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 28–30 November, bertempat di Hotel Aston Gorontalo, sekaligus dikemas dengan agenda kunjungan wisata untuk memperkenalkan potensi daerah.
Workshop ini menjadi wadah bagi jurnalis memperdalam pemahaman mengenai peran strategis LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, skema penjaminan simpanan, hingga perluasan mandat LPS sebagai risk minimizer berdasarkan UU P2SK. Melalui forum interaktif dan diskusi teknis, LPS berharap semakin banyak insan pers yang mampu menyampaikan informasi keuangan secara akurat, komprehensif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Namun tidak berhenti pada ruang kelas, LPS Wilayah III Sulampua juga mengajak peserta menjelajahi Pesona Gorontalo, mulai dari melihat langsung wisata ikonik whale shark (hiu paus) hingga mencicipi berbagai kuliner khas daerah. Agenda wisata ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi bagi para wartawan, tetapi juga bagian dari upaya LPS mendukung promosi daerah dan perputaran ekonomi lokal.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulampua, Fuad Zaen, mengatakan bahwa Gorontalo dipilih karena memiliki potensi besar, baik dari sisi pariwisata maupun geliat UMKM. “Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang banyak dituju. Selain itu, kami ingin ikut menyemarakkan Gorontalo karena kehadiran kita di daerah ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga sentra kerajinan,” ujarnya.
Fuad menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi langkah memperkuat kolaborasi antara media dan LPS. Menurutnya, jurnalis memegang peran penting dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai penjaminan simpanan, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang utuh dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat mengganggu stabilitas sektor keuangan.
“Kerja sama dengan media adalah salah satu kunci keberhasilan literasi keuangan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun komunikasi dua arah, memperkuat hubungan, serta memastikan bahwa pesan-pesan edukasi LPS dapat tersampaikan secara tepat kepada publik,” tambahnya.
Selain memperkenalkan produk-produk kebijakan LPS, workshop juga membahas perkembangan cakupan penjaminan di wilayah Sulampua, dinamika industri perbankan, serta strategi LPS dalam penanganan bank bermasalah. Selama 2025, LPS Wilayah III mencatat cakupan penjaminan simpanan telah menjangkau 99,97% rekening di wilayah Sulampua, atau lebih dari 51 juta rekening, sesuai mandat undang-undang yang mewajibkan cakupan minimal 90%.
Melalui rangkaian kegiatan edukasi dan wisata daerah ini, LPS Wilayah III berharap sinergi dengan para wartawan semakin solid, sekaligus memperkuat upaya menciptakan masyarakat yang melek keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
