RAKYATKU.COM, MAKASSAR-- Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyelenggarakan kuliah umum yang menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, sebagai dosen tamu. Kegiatan tersebut diikuti oleh Rektor Unismuh Makassar, jajaran sivitas akademika, serta dipandu oleh akademisi Unismuh, Luhur Prianto.
Dalam pemaparannya, Anis Matta menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak pakar di bidang ilmu ruang atau geografi, terutama dalam membaca dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Ia menuturkan bahwa geografi merupakan fondasi penting dalam memahami arah politik internasional.
“Ketika kita mempelajari politik, yang pertama kita pelajari adalah geopolitik, dan dasar geopolitik adalah geografi. Dengan memahami posisi geografis Indonesia, kita bisa mulai berpikir lebih luas,” ujar Anis Matta.
Pengalaman Jelajah Dunia dan Pentingnya Cara Pandang Ruang
Wamenlu juga membagikan sejumlah pengalamannya berkeliling ke berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri. Ia menjelaskan bahwa perjalanan ke banyak negara memberinya sudut pandang baru mengenai pentingnya memahami ruang dalam membangun kreativitas dan peradaban.
Ia menyinggung tradisi pengembaraan dalam sejarah Islam, yang turut membentuk pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Battuta.
“Keliling dunia itu adalah membaca peta Al-Qur’an. Pengembaraan membentuk kreativitas kita. Ini tradisi panjang dalam sejarah Islam,” tambahnya.
Anis Matta mengungkapkan ia telah menjelajahi hampir seluruh wilayah Indonesia, Bali, sejumlah negara di Eropa, Rusia, Jepang, hingga melakukan perjalanan darat menuju Arab Saudi. Ia juga baru saja kembali dari Madrid dalam rangka memperkuat kolaborasi akademik.
Dorongan Indonesia Jadi Pusat Studi Geografi Dunia Islam
Baca Juga : Wisuda ke-87 Unismuh Makassar Kukuhkan 692 Lulusan, Perkuat Langkah Menuju Kampus Bereputasi Global
Dalam kesempatan tersebut, ia menggagas pentingnya menjadikan Indonesia sebagai pusat kajian geografi bagi negara-negara Islam. Ia menilai bahwa meski banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Timur Tengah, bidang geografi masih sangat jarang diminati.
Kementerian Luar Negeri bersama beberapa institusi kini tengah membuka peluang beasiswa dan kerja sama pendidikan untuk melahirkan ahli geografi dari negara-negara Islam.
“Tahun ini ada sekitar 40 mahasiswa dari negara-negara Islam yang datang belajar ke Indonesia. Ke depan bisa kita perluas menjadi 170 beasiswa,” ungkapnya.
Baca Juga : Makassar Jadi Tuan Rumah OlympicAD VIII, Ribuan Pelajar Muhammadiyah Tumpah Ruah di Unismuh
Ia juga berharap Unismuh dapat memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu geografi sekaligus memfasilitasi mereka untuk menjelajahi berbagai negara.
“Saya tidak tahu pengaturannya seperti apa, tetapi saya berharap kampus bisa memfasilitasi mahasiswa yang ingin menjelajah dunia dan mempelajari ilmu ruang,” ujarnya.
Festival Film Negara-Negara Islam
Baca Juga : OlympicAD VIII Resmi Digelar di Makassar, Diikuti 8.525 Peserta dari 36 Provinsi
Dalam penutupnya, Anis Matta menyinggung penyelenggaraan Festival Film Negara-Negara Islam yang berlangsung pada September lalu dan diikuti oleh 15–16 negara. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan diplomasi budaya dan kolaborasi antara negara-negara Muslim.
