RAKYATKU. COM, MAKASSAR — Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan terus diperkuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). Sepanjang awal tahun 2025, lembaga pengawas sektor keuangan ini telah melaksanakan 17 kegiatan edukasi yang berhasil menjangkau lebih dari 218 ribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
Program literasi ini tidak hanya menyasar pelajar dan mahasiswa, tetapi juga pelaku UMKM, perempuan, dan tenaga kerja di berbagai sektor. Melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, workshop, dan pelatihan interaktif, OJK Sulselbar berupaya menanamkan pemahaman bahwa melek finansial adalah langkah pertama menuju kemandirian ekonomi.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan, tapi juga paham bagaimana menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga : OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Sulsel Tetap Stabil dan Resilien Sepanjang 2025
Gerak Syariah: Literasi Keuangan Bernuansa Ramadhan
Salah satu inisiatif unggulan OJK Sulselbar adalah program Gerak Syariah, yang rutin digelar setiap bulan Ramadhan. Kegiatan ini menggabungkan edukasi keuangan dengan nilai-nilai spiritual dan berbagi. Hingga Maret 2025, program ini telah menjangkau 97.610 peserta melalui 10 kegiatan besar yang melibatkan pemerintah daerah, universitas, lembaga pendidikan Islam, hingga komunitas bisnis syariah.
Program ini mengajarkan masyarakat cara memanfaatkan produk keuangan syariah, seperti tabungan haji, pembiayaan mikro syariah, dan asuransi berbasis syariah. Tujuannya adalah agar masyarakat muslim dapat mengelola keuangan tanpa riba namun tetap produktif dan inklusif.
Baca Juga : Kopdes Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa, Bukan Dibangun Lewat Pembatasan Ritel Modern
“Gerak Syariah menjadi wujud nyata kolaborasi antara OJK dan berbagai pihak untuk menanamkan nilai keuangan syariah di tengah masyarakat,” jelas Muchlasin.
Fokus pada Perlindungan Konsumen dan Anti-Scam
Selain literasi, OJK juga aktif dalam perlindungan konsumen jasa keuangan, terutama dari praktik penipuan keuangan digital yang marak di era fintech. Melalui kanal Indonesia Anti-Scam Center (IASC), masyarakat dapat melapor jika menjadi korban investasi bodong atau pinjaman online ilegal.
Baca Juga : OJK, BPS, dan LPS Pantau Langsung SNLIK 2026 di Sulsel, Pastikan Data Literasi Keuangan Akurat
Muchlasin menegaskan bahwa OJK terus memperkuat edukasi tentang keamanan digital dan literasi finansial berbasis teknologi.
“Kami mendorong masyarakat agar lebih kritis terhadap penawaran produk keuangan online. Jangan mudah tergiur bunga tinggi tanpa izin OJK,” tegasnya.
Membangun Generasi Cakap Finansial
Baca Juga : Pegadaian Raih Dua Penghargaan Internasional di Singapura, Sukuk dan Obligasi Sosial Diakui Asia
Kegiatan literasi OJK Sulselbar juga menyasar generasi muda melalui kerja sama dengan sekolah dan universitas. Materi yang disampaikan tidak hanya soal menabung dan berinvestasi, tetapi juga etika keuangan digital, penggunaan QRIS, serta manajemen risiko pribadi.
Melalui kolaborasi lintas sektor, OJK berharap masyarakat Sulawesi Selatan dan Barat semakin siap menghadapi dinamika ekonomi modern.
“Masyarakat yang melek keuangan adalah pondasi dari sistem keuangan yang sehat. Dengan edukasi yang berkelanjutan, kita tidak hanya menjaga stabilitas, tapi juga menciptakan kesejahteraan,” tutup Muchlasin.
