Kamis, 27 Maret 2025 01:58

OJK Sulselbar Dorong Masyarakat Melek Keuangan, Ribuan Peserta Ikut Program Edukasi

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah

Sepanjang awal 2025, OJK Sulselbar telah menjangkau lebih dari 218 ribu peserta lewat program literasi keuangan. Upaya ini sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dan pemberdayaan UMKM.

RAKYATKU. COM, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah. Langkah ini menjadi strategi penting untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya mampu mengakses layanan keuangan, tetapi juga bijak dalam mengelolanya.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menjelaskan bahwa sepanjang awal tahun 2025 pihaknya telah melaksanakan sedikitnya 17 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 218 ribu peserta dari berbagai kalangan.

“Kami menyasar semua segmen, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, perempuan, hingga masyarakat umum. Edukasi ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan literasi sekaligus melindungi konsumen dari praktik keuangan yang merugikan,” ujar Muchlasin.

Baca Juga : Pertamina Dorong Ekonomi Kreatif Pesisir, Rumah Anak Pesisir Bitung Disiapkan Jadi Inkubator Wirausaha Baru

Gerak Syariah dan Kolaborasi Lintas Sektor

Selain kegiatan rutin, OJK juga menggelar Gerak Syariah, program literasi keuangan berbasis nilai-nilai ekonomi syariah yang digelar selama bulan Ramadan. Hingga Maret 2025, tercatat 10 kegiatan telah dilaksanakan, melibatkan lebih dari 97 ribu peserta.

Program ini mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah, universitas, dan lembaga keuangan syariah. Tujuannya, memperkenalkan konsep keuangan syariah yang inklusif dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga : Telkomsel Salurkan 590 Hewan Kurban, Jangkau 40 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia

“Keuangan syariah kini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pembiayaan yang berkeadilan. Literasi keuangan syariah membantu masyarakat memahami bahwa prinsip syariah tidak hanya soal halal, tetapi juga etika dan transparansi,” tambahnya.

Fokus pada Perlindungan Konsumen

Selain edukasi, OJK juga memperkuat mekanisme perlindungan konsumen melalui peningkatan kapasitas layanan pengaduan dan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan di wilayah Sulselbar.

Baca Juga : BEI Bidik Pekerja Aviasi, Perkuat Literasi Investasi untuk Hadapi Masa Pensiun dan Cegah Investasi Ilegal

Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kompleksitas produk keuangan digital, termasuk pinjaman online (fintech) dan investasi berbasis aplikasi.

OJK mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan legalitas lembaga keuangan sebelum menggunakan produk atau layanan. Otoritas juga aktif menindak laporan investasi ilegal melalui koordinasi dengan Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI).

Dampak Langsung bagi Pelaku UMKM

Baca Juga : OJK: Bank Pembangunan Daerah Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Industri Perbankan Nasional

Kegiatan literasi yang dijalankan OJK turut memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Melalui pelatihan “Cakap Keuangan untuk Usaha Mikro”, peserta dibekali keterampilan mengelola keuangan usaha, memahami akses pembiayaan formal, serta memanfaatkan layanan perbankan digital.

Program ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif.

Dengan langkah berkelanjutan tersebut, OJK Sulselbar tidak hanya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, tetapi juga memastikan masyarakat terlindungi dan berdaya di tengah pesatnya inovasi keuangan digital.

#OJK sulselbar #literasi keuangan #Inklusi keuangan #Perlindungan Konsumen #GERAK Syariah #Muchlasin #umkm