Senin, 06 Oktober 2025 17:52

Prof Erwin Akib Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unismuh Makassar, Tegaskan Pentingnya Penilaian yang Manusiawi dan Berpihak pada Murid

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pengukuhan Prof Dr. Erwin Akib, Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Inggris
Pengukuhan Prof Dr. Erwin Akib, Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Inggris

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengukuhkan Dr. Erwin Akib, Ph.D. sebagai Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam orasi ilmiah, Prof. Erwin menegaskan pentingnya asesmen manusiawi dan pembelajaran mendalam berbasis refleksi kritis

RAKYATKU. COM, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menorehkan prestasi akademik dengan dikukuhkannya Prof Dr. Erwin Akib, Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Inggris dengan kekhususan Penilaian dan Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa.

Pengukuhan berlangsung khidmat dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Senin (6/10/2025). Dengan pengukuhan ini, Unismuh kini memiliki 28 guru besar aktif, menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah dengan capaian akademik terdepan di Kawasan Timur Indonesia.

Prosesi diawali dengan penyerahan SK Guru Besar dari Kepala LLDIKTI IX, Dr. Andi Lukman, kepada Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, yang kemudian menyerahkan secara simbolis kepada Prof. Erwin Akib. Suasana menjadi haru ketika Ketua Dewan Guru Besar Unismuh, Prof. Irwan Akib, mengalungkan selempang guru besar diiringi tepuk tangan ribuan tamu undangan.

Turut hadir sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain perwakilan Majelis Diktilitbang dan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, serta para rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) dari berbagai wilayah Indonesia, seperti UM Sumatera Utara, UM Jambi, Uhamka, dan PTMA se-Kawasan Timur Indonesia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir juga menyampaikan amanat secara virtual, sementara Prof. Ambo Asse (Ketua PWM Sulsel) dan Dr. Andi Lukman hadir langsung di lokasi acara.

Orasi Ilmiah: Pendidikan Berjiwa Kritis dan Manusiawi

Dalam orasi ilmiah bertajuk “Penilaian Kritis: Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk Penilaian di Indonesia”, Prof. Erwin menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak boleh berhenti pada angka, tetapi harus menyentuh sisi kemanusiaan.

“Asesmen bukan sekadar alat ukur hasil belajar, tetapi ruang refleksi dan pertumbuhan bersama,” ujar Prof. Erwin dalam orasinya.

Ia memaparkan hasil riset terhadap 199 guru Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, menggunakan empat dimensi kerangka New Pedagogies for Deep Learning: Kemitraan, Lingkungan Belajar, Praktik Pedagogis, dan Pemanfaatan Teknologi Digital.

Hasilnya menunjukkan, guru-guru Muhammadiyah unggul dalam aspek kemitraan dan kolaborasi, namun perlu peningkatan dalam penerapan pertanyaan reflektif Socratic, rubrik berpikir kritis, serta literasi dan kewarganegaraan digital.

“Kelemahan bukan berarti kegagalan. Itu panggilan bagi kita untuk memperbaiki ekosistem pendidikan agar lebih memberi ruang pada eksplorasi dan kesadaran kritis,” jelasnya.

Prof. Erwin menambahkan, guru masa depan bukan hanya penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan menjadi pembelajar reflektif yang mampu membangun dialog dan memberikan umpan balik yang memerdekakan.

Ia mengungkap bahwa hanya 25 persen guru yang menggunakan dasbor data siswa dan 20 persen yang memfasilitasi konferensi video lintas negara.

“Kecerdasan digital tanpa kesadaran moral hanya akan melahirkan alienasi baru di dunia pendidikan,” tegasnya.

Karena itu, ia merekomendasikan agar pelatihan guru Muhammadiyah ke depan difokuskan pada pertanyaan reflektif (Socratic), asesmen berpikir kritis, dan pemanfaatan teknologi kontekstual agar pembelajaran semakin bermakna.

Profil dan Jejak Akademik Prof. Erwin Akib

Lahir di Parepare, 1 Oktober 1976, Prof. Erwin Akib tumbuh dalam keluarga Muhammadiyah yang menjunjung tinggi nilai ilmu dan adab.

Ia menamatkan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Unismuh Makassar (2000), S2 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (2005), dan S3 Measurement and Evaluation di Universiti Teknologi Malaysia (2016).

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen tetap FKIP Unismuh, kemudian menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (2011–2018), Kepala Kantor Urusan Internasional, dan Dekan FKIP Unismuh Makassar (2018–2025). Di bawah kepemimpinannya, seluruh prodi S1 FKIP berhasil meraih akreditasi Unggul.

Kini, Prof. Erwin dipercaya sebagai Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar, sekaligus Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal PWM Sulsel, Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah (2022–2027), Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Jambi, dan Anggota BPH Universitas Muhammadiyah Buton.

Dengan kiprah panjangnya, Prof. Erwin Akib menjadi representasi dosen Muhammadiyah yang berpikir global namun berakar pada nilai-nilai humanis dan keislaman, menjadikan pendidikan bukan hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga medan pembentukan karakter dan kemanusiaan.