Kamis, 04 September 2025 16:02
Editor : Editor

 

MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Distribusi dilakukan secara bertahap agar dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan penyaluran hari pertama berlangsung di beberapa titik dan akan terus diperluas seiring meningkatnya kebutuhan.

“Alhamdulillah, hari ini kita mulai menyalurkan air bersih supaya bisa merata dan menjangkau masyarakat kita yang memang membutuhkan,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Baca Juga : Wakil Bupati Maros Terima 360 Mahasiswa Unhas Mulai KKN Tematik

Berdasarkan data Pemkab Maros, terdapat enam kecamatan dan 32 desa/kelurahan yang terdampak krisis air bersih, mencakup hampir 20 ribu kepala keluarga atau sekitar 120 ribu jiwa. Wilayah pesisir menjadi yang paling parah, di antaranya Kecamatan Bontoa, Marusu, Maros Baru, Lau, Turikale, dan Mandai.

 

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pemkab mengerahkan empat unit tangki milik BPBD. Upaya ini turut didukung armada dari PDAM, Dinas Pemadam Kebakaran, PMI, serta sejumlah organisasi masyarakat.

“Kalau memang kebutuhan meningkat, kita akan kerahkan lebih banyak armada,” jelas Chaidir.

Baca Juga : Bupati Maros Ajak Ayah Lebih Terlibat Lewat Gerakan Mengambil Rapor

Selain melalui armada tangki, penyaluran juga memanfaatkan boster air yang sudah dibangun, salah satunya di Kelurahan Bontoa. Fasilitas ini digunakan untuk mempercepat akses warga terhadap pasokan air bersih.