RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemkot Makassar melakukan penataan di kawasan Car Free Day (CFD) jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang. Di bawa kepemimpinan Munafri Arifuddin Pemkot membuka ruang agar pedagang kaki lima (PK5) dan pelaku UMKM bisa lebih leluasa mencari nafkah.
Penataan lebih rapi dimana olahraga berada di sebelah (kanan) bahu jalan, dan jualan di (kiri). Di bawah tenda simpel, berjejer aneka kuliner, minuman segar, hingga kerajinan tangan khas Makassar.
Camat Panakkukang, Muhammad Ari Fadli didampingi Sekcam dam Lurah meninjau langsung pelaksanaan CFD pada Minggu pagi (14/9/2025), untuk memastikan pengaturan pedagang berjalan lancar dan tertib.
Baca Juga : Pemkot Makassar Siapkan Sekolah Gratis di 67 Sekolah Swasta bagi Siswa yang Tak Lolos Negeri
“Pemerintah Kota Makassar terus memberikan ruang bagi UMKM, pedagang kaki lima (PK5) agar tetap bisa menjalankan usahanya. Termasuk dari Anjungan Pantai Losari masuk di CFD Boulevard Panakkukang,” jelas Muhammad Ari Fadli.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah pedagang yang saat ini beraktivitas di Boulevard mencapai 790 orang dari berbagai kecamatan. Jumlah tersebut akan bertambah sekitar 80 PK5 dari Losari yang siap direlokasi ke lokasi yang sama.
“Kalau berdasarkan data terakhir ada 790 pedagang di CFD Boulevard. Itu belum termasuk tambahan dari Losari sekitar 80 orang, yang saat ini sudah kami siapkan tempatnya,” jelas Ari.
Baca Juga : Pemkot Makassar Sulap Eks Lokasi Penertiban Jadi Trotoar yang Lebih Representatif
Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan pengaturan lokasi bagi pedagang dengan mempertimbangkan kondisi sekitar agar tidak mengganggu aktivitas warga maupun akses jalan.
Ada kawasan yang dikosongkan, terutama di sisi Selatan (dari lampu merah sebelah kanan) yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Oleh karena itu, pedagang UMKM diarahkan ke jualan menempati sisi Utara, (kiri dari lampu merah) sejajar menuju Hotel Denpasar, yang dianggap lebih ramah lingkungan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Promosikan Stadion Untia ke 28 Negara
"Jadi, pengaturannya, di sebelah Selatan (kanan mulai dari lampu merah sampai dekat RM Apong) memang kita batasi karena dekat dengan rumah warga. Jadi kita alihkan pedagang ke sebelah Utara (kiri dari lampu merah) sampai Hotel Denpasar, supaya lebih tertata," tambahnya.
Ari juga menekankan, meluasnya dan penataan PK5 dari Losari ke CFD Boulevard bukan sekadar memberi ruang, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar.
Menurutnya, kawasan Boulevard memiliki potensi pasar yang tinggi karena dikelilingi hotel berbintang, apartemen, hingga pusat bisnis.
Baca Juga : Bidik Sektor Eco-Tourism Hingga Infrastruktur, Makassar Jajaki Skema Sister City dengan 8 Negara
"Kalau kita lihat, potensi di sini besar sekali. Banyak hotel berbintang, apartemen, bahkan aplikasi transportasi online juga sudah memudahkan akses ke lokasi. Pedagang tidak perlu khawatir, karena di CFD Boulevard justru peluang penjualannya bisa lebih bagus," tegasnya.
Dari hasil pantauan, sebagian pedagang bahkan mengaku dalam satu hari bisa memperoleh pendapatan minimal Rp500 ribu sampai jutaan lebih.
Kondisi ini menunjukkan bahwa CFD Boulevard tidak hanya menjadi ruang olahraga masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi pusat ekonomi kerakyatan baru di Kota Makassar.
“Keramaian setiap Minggu ini sangat menjanjikan. Pemerintah hadir untuk memastikan PK5 tetap bisa menikmati nafkah dengan tertib, nyaman, dan tidak mengganggu kepentingan umum,” pungkas Ari.
