RAKYATKU.COM, PAREPARE--Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama Wakil Wali Kota Hermanto, mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, dalam kunjungan ke Kampus IAIN Parepare, Jumat (25/7/2025).
Baca Juga : Perkuat Sinergi, Wali Kota Parepare Terima Kunjungan Komisi III DPR RI
Baca Juga : Parepare Ambil Bagian di MTQ XXXIV Sulsel, Tasming Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
Kunjungan Menteri Agama RI ini dalam rangka memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu IAIN Parepare.
Baca Juga : Perkuat Sinergi, Wali Kota Parepare Terima Kunjungan Komisi III DPR RI
Baca Juga : Parepare Ambil Bagian di MTQ XXXIV Sulsel, Tasming Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
Dalam sambutannya, Wali Kota Parepare menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kehadiran Menteri Agama di Kota Parepare.
Baca Juga : Perkuat Sinergi, Wali Kota Parepare Terima Kunjungan Komisi III DPR RI
Baca Juga : Parepare Ambil Bagian di MTQ XXXIV Sulsel, Tasming Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
Baca Juga : Guru Besar Umpar Wafat, Wali Kota Tasming Hamid Sampaikan Duka Mendalam
“Ini tentu menjadi berkah bagi kita semua. Kami juga berharap Pak Kiai mendoakan Kota Parepare, agar visi dan misi kami dalam memimpin kota ini tetap berada pada jalurnya, menjadikan Parepare sebagai kota yang Terbaik, Sejahtera, dan Maju,” ungkap Tasming.
Baca Juga : Perkuat Sinergi, Wali Kota Parepare Terima Kunjungan Komisi III DPR RI
Baca Juga : Parepare Ambil Bagian di MTQ XXXIV Sulsel, Tasming Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
Di hadapan Menteri Agama, Tasming turut memaparkan potret singkat Kota Parepare sebagai kota kecil dengan luas wilayah 99,33 km², kota kelahiran Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, yang majemuk dan berbasis pada sektor jasa.
Baca Juga : Perkuat Sinergi, Wali Kota Parepare Terima Kunjungan Komisi III DPR RI
Baca Juga : Parepare Ambil Bagian di MTQ XXXIV Sulsel, Tasming Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
“Kehadiran Bapak Menteri di Parepare tentu menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan kualitas sumber daya manusia,” imbuhnya. (*)