Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
MAKASSAR,RAKYATKU.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh warganya.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Tasming Hamid Bentuk Satgas Antar Rastra ke Rumah Penerima
Penjabat (Pj) Wali Kota Parepare, Abdul Hayat Gani, menandatangani Rencana Kerja dengan BPJS Kesehatan untuk mendukung tercapainya Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2025.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Pada Sabtu, 14 Desember 2024,
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Kegiatan dihadiri oleh jajaran terkait dari Pemerintah Kota Parepare dan BPJS Kesehatan.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Tasming Hamid Tegaskan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan Daerah
Dalam sambutannya, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi kepada Pemkot Parepare atas upaya nyata dalam mempercepat perluasan kepesertaan JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat).
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
"Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memberikan jaminan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Parepare. Kami mengucapkan terima kasih atas kemitraan yang solid antara Pemerintah Kota Parepare dan BPJS Kesehatan," tulis BPJS Kesehatan dalam pernyataan resminya.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Langkah strategis ini merupakan bagian dari dukungan Pemkot Parepare terhadap program nasional Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diinisiasi pemerintah pusat.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Wali Kota Parepare Terima Penghargaan PENAIS Award 2025 dari Kementerian Agama
Dengan adanya Rencana Kerja ini, Kota Parepare diharapkan mampu terus memperluas akses layanan kesehatan berkualitas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Pj Wali Kota Parepare, Abdul Hayat Gani, menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini adalah bagian dari visi besar Pemkot Parepare untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Parepare dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala oleh masalah finansial. UHC adalah target bersama yang harus kita wujudkan demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Melalui kolaborasi ini, kata dia, Kota Parepare memperkokoh posisinya sebagai kota yang peduli terhadap kesehatan dan kualitas hidup warganya.
Baca Juga : Kabid Aset : Pengosongan Pojok UMKM Untuk Penataan dan Maksimalkan PAD
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Pj wali kota Parepare berharap kerja sama dengan BPJS Kesehatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.