Jumat, 12 Januari 2024 00:19

Cerita Petani Pisang Cavendish di Bone, Awalnya Beli Enam Pohon Bibit

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Cerita Petani Pisang Cavendish di Bone, Awalnya Beli Enam Pohon Bibit

"Awalnya saya beli enam pohon, ini beli online dari Lampung. Sekarang berkembang dan sudah jadi ribuan pohon"

RAKYATKU.COM, BONE - Salah seorang petani di Kabupaten Bone, Abdul Hafid Mappatoba dari Kelompok Tani Mitra Utama 1, Desa Ulaweng Riaja, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, menceritakan budidaya pisang Cavendish yang dilakukan. Awalnya, ia membeli 6 bibit pisang cavendish secara online, dan kini berkembang menjadi ribuan pohon.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Baca Juga : Targetkan Inflasi Terkendali Jelang Nataru, Pemprov Sulsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

 

"Awalnya saya beli enam pohon, ini beli online dari Lampung. Sekarang berkembang dan sudah jadi ribuan pohon, Alhamdulillah. Ini pisang Cavendish. Ini sudah pernah panen," ungkap Abdul Hafid, saat kunjungan Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Kamis, 11 Januari 2024.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Baca Juga : Targetkan Inflasi Terkendali Jelang Nataru, Pemprov Sulsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

 

Untuk menuju ke lahannya, Pj Gubernur Sulsel bersama Pj Bupati Bone, Islamuddin, terlebih dahulu harus melalui jalan tani dan jalan tanah sejauh 300 meter. Menaiki dompeng dan melewati jalan dari bambu. Penanaman pisang Cavendish dilakukan sore jelang magrib.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Baca Juga : Targetkan Inflasi Terkendali Jelang Nataru, Pemprov Sulsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

 

Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang

Abdul Hafid menyampaikan, bersama 20 anggota kelompoknya, memiliki luasan lahan sekitar 40 hektar. Ia menilai, tanaman ini sangat menjanjikan. Hanya, selama ini marketnya belum jelas untuk pembeli pisang yang mereka kembangkan. Ini yang menjadi kekhawatirannya.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Baca Juga : Targetkan Inflasi Terkendali Jelang Nataru, Pemprov Sulsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

 

"Karena pedagang hanya membeli seperti pisang biasa. Padahal ini pisang Cavendish berbeda dengan yang lain. Sekarang ada jaminannya, Pak Gubernur juga menjamin marketnya ini. Sudah ada pembelinya," jelasnya.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Baca Juga : Targetkan Inflasi Terkendali Jelang Nataru, Pemprov Sulsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

 

Ia pun menyampaikan harapan ke depan, dengan kunjungan gubernur ini dan telah melihat langsung kondisi petani. Ia meminta bantuan sumur bor, juga membutuhkan pupuk organik dalam hal ini ternak dan oven untuk pembuatan dempo' utti (sale). Demikian juga dengan bantuan jalan tani.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Baca Juga : Targetkan Inflasi Terkendali Jelang Nataru, Pemprov Sulsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

 

Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng

Selain bertani, Abdul Hafid Mappatoba juga adalah Kepala Sekolah SMPN 2 Amali dan pendakwah yang aktif di sosial media.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Baca Juga : Targetkan Inflasi Terkendali Jelang Nataru, Pemprov Sulsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

 

Sementara, Kepala Desa Ulaweng Riaja, Kecamatan Amali, Yasser Mappatoba, menyampaikan, Ia bersama warga menyambut program budidaya pisang cavendish ini.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Baca Juga : Targetkan Inflasi Terkendali Jelang Nataru, Pemprov Sulsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

 

"Mewakili masyarakat Ulaweng Riaja, saya selaku kepala desa mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Penjabat Gubernur Sulsel atas kunjungan di desa kami ini. Merupakan apresiasi selaku pemerintah desa, begitu pun harga desa," ucapnya.

#Pemprov Sulsel