RAKYATKU.COM, BONE - Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengajak masyarakat Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, meningkatkan kesejahteraannya melalui program budidaya penanaman pisang cavendish, sukun, dan nangka madu.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Bahtiar menjelaskan, untuk bisa membantu sebuah daerah bisa tumbuh secara ekonomi, harus ada komoditi yang menjadi daya tarik investor. Khususnya di Kecamatan Bontocani, Desa Mattiro Walie.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Setelah ada lahan pisang cavendish 1.000 hektare, dipastikan akan didukung kepastian pasar, baik kebutuhan lokal, pasar industri dan pasar ekspor.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang
"Saya canangkan program penanaman pisang cavendish dan ini seluruh Sulawesi Selatan dengan luas lahan 500.000 hektare dan 1 miliar pohon," ungkapnya.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Kendati demikian, Pj Gubernur Sulsel menjelaskan, secara aturan apapun yang menjadi tujuan di sektor pertanian, harus memiliki sumber air terlebih dahulu.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
"Kalau kita bicara apapun soal pertanian pasal satunya adalah air. Apalagi empat bulan pertama pertumbuhan tanaman pisang cavendish sangat membutuhkan air," katanya.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027
Sementara itu, Warga Desa Mattiro Walie, Fajar Rudin (51), menyampaikan jika di desanya kerap ada serangan babi di malam hari, dan monyet di siang hari, sehingga menjadi tantangan dalam budidaya pisang ini.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
"Ini tanaman pisang bagus Bapak Gubernur, tapi disini monyet dan babi itu tantangan yang sangat besar," kata Fajar.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Warga Bontocani lainnya, Asdar (43), menyampaikan terimakasih kepada Pj Gubernur Sulsel atas inisiatifnya mencanangkan budidaya pisang cavendish, sukun dan nangka madu tersebut.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
"Kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak Gubernur sudah mau hadir di kecamatan kami. Kami setuju dengan budidaya pisang cavendish ini. Semoga ini bisa mengubah ekonomi kami, tapi tanah kami sering terjadi longsor," ujarnya.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Kedatangan Pj Gubernur Bahtiar juga dimanfaatkan warga lainnya, Hasbi, untuk melaporkan kondisi pendidikan di daerah tersebut. Pasalnya, sejauh ini angka putus sekolah sangat tinggi disebabkan infrastruktur, seperti jaringan dan infrastruktur jalan.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
"Kami sangat berharap dan berterimakasih kalau bisa dibantu jaringan dan sekolah kami. Karena kalau kami mengikuti ujian, kami ikut di luar kecamatan kami," tuturnya.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Sebagai tim pengajar, ia mengaku sudah bertahun-tahun mengurus Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap Bontocani, Kabupaten Bone.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
Baca Juga : Banjir Dua Hari, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat ke Kabupaten Bantaeng
"Kami sangat jauh dari kemajuan. Kami harap bagaimana supaya ada jaringan internet disini," imbuhnya.
