Rabu, 20 September 2023 08:07

PT Vale Bangun Nursery di Pomalaa, Buktikan Komitmen Pertambangan Berkelanjutan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Penananaman pohon di area nursery atau pusat pembibitan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di area Kebun Raya Kolaka, Desa Lalonggolosua, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (19/9/2023).
Penananaman pohon di area nursery atau pusat pembibitan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di area Kebun Raya Kolaka, Desa Lalonggolosua, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (19/9/2023).

PT Vale Indonesia memulai pembangunan nursery Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kolaka, Sulawesi Tenggara, sebagai bukti nyata komitmen mereka terhadap pertambangan berkelanjutan. Nursery ini memiliki kapasitas 1 juta bibit tanaman per tahunnya dan akan digunakan untuk mereklamasi lahan bekas tambang serta mendukung program penghijauan.

RAKYATKU.COM, KOLAKA - Mewujudkan komitmen pada pertambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia melaksanakan groundbreaking dimulainya pembangunan nursery atau pusat pembibitan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Seremonial groudbreaking ini dilaksanakan di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (19/9/2023), dihadiri CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, bersama para mitra, yaitu Direktur External Affairs PT Kolaka Nikel Indonesia (KNI), Stevanus; Executive Director PT Indonesia Pomala Industry Park (IPIP), Shao Weisheng; Bupati Kolaka, Ahmad Safei; Ketua DPRD Kolaka, Syaifullah Halik; beserta jajaran Forkopimda Pemkab Kolaka.

Dimulainya proyek pembangunan nursery yang terletak di area Kebun Raya Kolaka, Desa Lalonggolosua, Kecamatan Tanggetada, ini ditandai penekanan tombol layar bersama manajemen PT Vale bersama mitra dan perwakilan pemerintah daerah.

Baca Juga : PT Vale Perkenalkan Prinsip Pertambangan Kerkelanjutan ke Mahasiswa Studi Lapang UHO

Pada kesempatan itu, CEO PT Vale, Febriany Eddy, dan Bupati Kolaka, Ahmad Safei, juga melakukan penanaman pohon di area nursery.

Fasilitas nursery IGP Pomalaa ini diperuntukkan menanam, merawat, dan mengembangkan tanaman yang akan dimanfaatkan untuk mereklamasi lahan bekas tambang sekaligus mendukung program penghijauan pemerintah yang sejalan dengan tema groungbreaking nursery yakni, Selaras Bersama Menghijaukan Bumi.

Febriany mengatakan fasilitas nursery ini hadir sebagai wujud komitmen perseroan dalam menjalankan sustainable mining atau praktik pertambangan berkelanjutan, yakni aktivitas reklamasi atau penghijauan beriringan dengan aktivitas pertambangan terintegrasi.

Baca Juga : MIND ID Puji Praktik Pertambangan Berkelanjutan PT Vale di Pomalaa

"Fasilitas nursery ini hadir sebagai wujud kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat bersama mitra PT Vale. Hari ini, kami tidak hanya memulai pembangunan fisik sebuah nursery, tetapi juga mewujudkan komitmen kami untuk mendukung masa depan berkelanjutan. Kami percaya bahwa tumbuh bersama masyarakat lokal dan alam adalah kunci untuk mencapai tujuan ini," katanya.

Fasilitas nursery ini akan dibangun di lahan seluas 5 hektare dengan kapasitas 1 juta bibit tanaman per tahunnya. Bibit-bibit itu dipersiapkan untuk mereklamasi lahan pascatambang di area IGP Pomalaa serta kebutuhan reklamasi lainnya di Kolaka, baik masyarakat, instansi pemerintah, swasta, dan lainnya untuk mendorong penghijauan.

"Hadirnya nursery ini diharapkan tidak saja dimanfaatkan PT Vale dalam melaksanakan praktik penambangan yang baik, tapi juga masyarakat agar kita bisa bersama menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada," ucap Febriany.

Baca Juga : PT Vale Business Model Competition Dorong Kewirausahaan Ormas-Kepemudaan

Dalam area nursery juga akan dikembangkan ratusan jenis bibit tanaman pionir dan tanaman endemik wilayah Sulawesi Tenggara yang akan menunjang kelestarian keanekaragaman hayati, pengembangan ekonomi lokal dan penelitian pengembangan tanaman.

Adapun bibit yang akan dikembangkan merupakan pohon lokal, termasuk pohon endemik, yakni: Kolaka (Syzygium), Kalapi (Kalappia celebica Kosterm), kuku (Pericopsis mooniana) dan Angrek sorume (Dendrobium utile).

Pada area nursery ini akan tersedia fasilitas produksi secara vegetatif, setek, dan generatif benih dengan sistem irigasi modern secara otomatis dengan pengatur waktu. Selain itu, juga akan dioperasikan dengan mengurangi sampah plastik melalui penggunaan wadah bibit secara berulang.

Baca Juga : PT Vale IGP Pomalaa Tanam Ribuan Bibit Bakau Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

"Area nursery ini nantinya akan terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka sehingga akan menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan tanaman yang berharga dan merupakan langkah konkret dalam menjaga keanekaragaman hayati,” tuturnya.

Febriany menyampaikan pembangunan nursery ini PT Vale akan bekerja sama dengan mitra, pemangku kepentingan, dan komunitas lokal. Proyek ini akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan mengikuti standar tertinggi dalam keselamatan, pelestarian lingkungan, dan akuntabilitas sosial.

Bupati Kolaka, Ahmad Safei, mengapresiasi keberadaan nursery ini, apalagi menjadi yang pertama dan terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.

Baca Juga : BKPM Puji Komitmen Praktik Pertambangan Berkelanjutan PT Vale

Pemanfaatannya pun, kata dia, nantinya tidak saja untuk kebutuhan PT Vale dalam mereklamasi, tetapi juga untuk semua pihak. Termasuk dibukanya kesempatan untuk kegiatan pendidikan dan penelitian.

“Saya belum pernah melihat ada perusahaan tambang melakukan integrasi antara aktivitas reklamasinya dengan pertambangan. Baru kali ini saya melihatnya di PT Vale. Untuk itu saya berharap seluruh perusahaan yang berinvestasi di Kolaka bisa menerapkan hal serupa,” harapnya.

#PT Vale Indonesia