Selasa, 22 Agustus 2023 12:59

Presiden Ukraina Yakin Pengiriman Jet Tempur F-16 AS Dapat Mengakhiri Invasi Rusia

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto Reuters)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto Reuters)

"Hari ini kami yakin Rusia akan kalah dalam perang ini," kata Zelensky.

RAKYATKU.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan keyakinannya bahwa janji pengiriman jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) akan membantu Ukraina mengakhiri invasi Rusia yang telah berlangsung selama hampir 18 bulan. Pernyataan ini diucapkan Zelensky dalam pidato yang disampaikannya di hadapan ribuan orang yang berkumpul di luar gedung parlemen Denmark pada Senin (21/8/2023).

Pada hari Minggu sebelumnya, Denmark dan Belanda secara resmi mengumumkan niat mereka untuk memasok pesawat F-16 pertama ke Ukraina. Enam unit pertama dijadwalkan akan dikirimkan sekitar pergantian Tahun Baru. Keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah AS sebelum kunjungan resmi Zelensky ke Kopenhagen.

 

"Hari ini kami yakin Rusia akan kalah dalam perang ini," kata Zelensky, seperti yang dikutip dari Reuters.

Baca Juga : Tekanan Barat Mendekatkan Tiongkok dan Rusia

Pernyataan Presiden Ukraina ini mencerminkan harapan besar akan peran strategis F-16 dalam mengembalikan stabilitas ke wilayah yang telah dirusak akibat konflik berkepanjangan.

Menteri Pertahanan Denmark Jakob Ellemann-Jensen mengatakan Ukraina hanya dapat menggunakan F-16 yang disumbangkan di dalam wilayahnya sendiri.

"Kami menyumbangkan senjata dengan syarat digunakan untuk mengusir musuh dari wilayah Ukraina. Dan tidak lebih dari itu," kata Ellemann-Jensen.

Baca Juga : Rusia: Pemimpin Kelompok Wagner Dipastikan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

“Itu syaratnya, mau itu tank, pesawat tempur atau yang lainnya,” sambungnya.

Denmark akan mengirimkan total 19 jet. Belanda memiliki 42 unit F-16 tetapi belum memutuskan apakah semuanya akan disumbangkan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut keputusan itu sebagai perjanjian terobosan.

Baca Juga : Putin Angkat Bicara Terkait Kecelakaan Pesawat yang Diduga Tewaskan Bos Wagner

Menteri Pertahanan Oleksiy Reznikov mengatakan pada hari Sabtu bahwa pilot Ukraina telah memulai pelatihan, tetapi akan memakan waktu setidaknya enam bulan dan mungkin lebih lama untuk melatih insinyur dan mekanik.

Sementara itu Rusia telah memperingatkan bahwa pengiriman jet tempur ke Ukraina dapat memperburuk situasi dan meningkatkan eskalasi konflik yang tengah berlangsung. Pasukan Rusia telah menduduki hampir seperlima wilayah Ukraina, sementara pemerintah di Kyiv terus berjuang untuk mengusir mereka.

Dalam tanggapannya terhadap keputusan Denmark dan Belanda, Duta Besar Rusia, Vladimir Barbin, mengeluarkan pernyataan yang mengecam keputusan tersebut. "Keputusan Denmark untuk memberikan sumbangan pesawat F-16 kepada Ukraina hanya akan memperburuk eskalasi konflik," ujar Barbin. Pernyataan tersebut diambil dari pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor berita Ritzau.

#Rusia #Ukraina #Volodymyr Zelensky