Selasa, 08 Agustus 2023 20:38

IRT di Barru Jadi Muncikari, Tawarkan PSK lewat MiChat

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
IRT di Barru Jadi Muncikari, Tawarkan PSK lewat MiChat

“Tersangka ini menyewakan kamar dan mendapat keuntungan dari setiap transaksi yang dilakukan pelanggannya"

RAKYATKU.COM, BARRU - Seorang muncikari inisial IA (54) ditangkap polisi atas dugaan menjual perempuan lewat aplikasi MiChat.

IA tak berkutik saat diamankan di sebuah warung kopi, di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Jumat (4/8/2023) lalu. IA sehari-hari menawarkan wanita pekerja seks komersial (PSK) ke pelanggan dengan tarif Rp300 ribu sekali kencan.

Kasat Reskrim Polres Barru, AKP Doris, mengatakan tersangka sudah beraksi kurang lebih dua bulan.

Baca Juga : Operasi Keselamatan Pallawa 2024 Dimulai, Bupati Barru Pimpin Apel Gelar Pasukan

"Pelaku ini sudah dua bulan menjalankan aksinya. IA menawarkan PSK ke orang lain lewat Michat. IA sehari-hari merupakan ibu rumah tangga (IRT)," katanya.

Selain menawarkan PSK, IA juga memfasilitasi kamar sewa bagi para pelanggan yang datang ke lokasi.

“Tersangka ini menyewakan kamar dan mendapat keuntungan dari setiap transaksi yang dilakukan pelanggannya. Ada tiga perempuan yang dipekerjakan selama ini,” ungkap perwira yang pernah bertugas di Polres Maros tersebut.

Baca Juga : Polres Barru Tangkap 5 Pelaku Komplotan Pencuri Ternak, 1 Masih Diburu

Atas perbuatannya, IA dijerat dengan pasal 2 ayat 1, UU nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Selain itu juga diancam dengan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun.

AKP Doris mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memberantas pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sampai ke pelosok Barru.

Baca Juga : Polres Barru Siagakan Ratusan Personel Jaga Pemungutan Suara Ulang

"Selain melakukan penindakan, satgas TPPO Polres Barru juga aktif melakukan tindak pencegahan dengan menggalakkan sosialisasi sampai ke desa dan kelurahan untuk mencegah adanya korban perdagangan manusia baik sebagai pekerja migran ilegal maupun pekerja seks komersial," katanya.

Penulis : Achmad Afandy
#Polres Barru #TPPO