Kamis, 27 April 2023 09:15

PT Vale Bukukan Laba Bersih Rp14,5 Triliun di Triwulan I 2023

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi. (Foto: PT Vale Indonesia)
Ilustrasi. (Foto: PT Vale Indonesia)

PT Vale Indonesia mencapai kinerja keuangan yang kuat di triwulan I 2023 dengan laba bersih Rp14,5 triliun yang meningkat 207 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, didukung produksi nikel yang lebih tinggi dan harga nikel yang menguntungkan. Perusahaan juga terus berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasi.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - PT Vale Indonesia mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang tidak diaudit untuk triwulan I 2023 (1T23).

Seperti yang telah diumumkan minggu lalu, produksi nikel dalam matte perseroan pada 1T23 21 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu seiring dengan telah diselesaikannya pembangunan kembali Furnace empat tahun lalu.

Pada 1T23, harga nikel berada pada level yang menguntungkan dan mendorong perseroan untuk membukukan laba bersih yang kuat, sebesar USD98,1 juta (Rp14,5 triliun), meningkat 207 persen dibandingkan dengan laba bersih triwulan sebelumnya.

Baca Juga : PT Vale Perkenalkan Prinsip Pertambangan Kerkelanjutan ke Mahasiswa Studi Lapang UHO

"Kami juga diuntungkan dengan turunnya harga komoditas energi, namun hal itu tidak menyurutkan tekad kami untuk terus melakukan perbaikan di segala aspek bisnis," kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Rabu (26/4/2023).

Harga realisasi rata-rata pada 1T23 18 persen lebih tinggi dibandingkan dengan harga triwulan terakhir, yang mendorong pendapatan 19 persen lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan terakhir.

Beban pokok pendapatan turun sembilan perseb dari USD251,2 juta pada 4T22 menjadi USD228,2 juta pada 1T23. "Selain kontribusi positif dari harga komoditas yang lebih rendah, penurunan biaya juga didorong oleh disiplin yang kuat dalam hal pengelolaan biaya dan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pada proses bisnis kami," beber Febri.

Baca Juga : MIND ID Puji Praktik Pertambangan Berkelanjutan PT Vale di Pomalaa

Febri juga mengungkapkan, PT Vale Indonesia membukukan EBITDA USD173,58 juta dan mengeluarkan sekitar USD58,2 juta untuk belanja modal pada 1T23. Menyusul peletakan batu pertama untuk proyek Morowali pada Februari 2023, perseroan dan mitra terus melaksanakan pekerjaan di lapangan, baik di lokasi tambang maupun di pabrik pengolahan.

Sebagai bagian dari program sosial dan strategi ketenagakerjaan, perseroan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat di Morowali dan Pomalaa, untuk memberdayakan dan menyiapkan mereka agar memiliki kesempatan bekerja di proyek-proyek kami.

"Kami memperkirakan akan mengeluarkan sebesar USD132,2 juta untuk belanja modal keberlanjutan dan USD585 juta untuk proyek pertumbuhan (baik tambang maupun penyertaan modal) sepanjang tahun 2023," ," ucapnya.

Baca Juga : PT Vale Business Model Competition Dorong Kewirausahaan Ormas-Kepemudaan

Kas dan setara kas perseroan pada 31 Maret 2023 mencapai USD717,3 juta, naik 13 persen dibandingkan dengan kas dan setara kas pada 31 Desember 2022 sebesar USD634,0 juta. PT Vale Indonesia telah dan akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.

"Perseroan juga akan terus mengoptimalkan produksi pada triwulan-triwulan selanjutnya di tahun ini dan pada saat yang bersamaan berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasi tanpa mengorbankan nilai-nilai utama kami: Keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, Menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita," beber Febri.

#PT Vale Indonesia