Kamis, 23 Maret 2023 22:05

Pasca-Viral Ibu dan Bayinya Meninggal di Lutra, Begini Gambaran Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Seko Barat

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kadis Kesehatan Luwu Utara, Marhani Katma (foto: LHR)
Kadis Kesehatan Luwu Utara, Marhani Katma (foto: LHR)

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Luwu Utara, drg. Hj. Marhani Katma, MARS., memberikan klarifikasi, sekaligus menggambarkan bagaimana kondisi pelayanan kesehatan sebenarnya di Puskesmas Seko Barat tersebut.

RAKYATKU.COM -- Berita seorang ibu bersama bayi yang dikandungnya meninggal usai dirujuk dari Puskesmas Seko Barat yang terletak di wilayah terpencil, ke RSUD Andi Djemma Masamba, yang berada di Ibu Kota Kabupaten Luwu Utara, viral beberapa hari terkahir, dan mendapat beragam tanggapan dari masyarakat.

Atas kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Luwu Utara, drg. Hj. Marhani Katma, MARS., memberikan klarifikasi, sekaligus menggambarkan bagaimana kondisi pelayanan kesehatan sebenarnya di Puskesmas Seko Barat tersebut.

 

Ia mengatakan, Puskesmas Seko Barat terletak di Kecamatan Seko, dengan jarak sekitar 30 km dari ibu kota kabupaten, Masamba. Meski berjarak 30 km, namun waktu yang ditempuh untuk sampai di Masamba sekitar 5 – 6 jam dengan menggunakan kendaraan ojek.

Baca Juga : Dihadiri Ribuan Simpatisan, Bupati Indah Buka Musda V Muhammadiyah Luwu Utara

Tujuan utama dibangunnya Puskesmas Seko Barat di Kecamatan Seko adalah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan ke masyarakat. Dan Puskesmas Seko Barat sejauh ini telah melakukan pelayanan kesehatan dengan baik, sampai terjadinya peristiwa tersebut.

“Puskesmas Seko Barat telah dilengkapi dengan sumber daya manusia untuk menunjang proses pelayanan kesehatan di sana,” terang Marhani, Kamis (23/3/2023), di Masamba. Pun dengan alat kesehatan yang digunakan adalah alat kesehatan sesuai standar pelayanan dasar.

“Alat kesehatan juga sesuai standar pelayanan dasar di puskesmas serta menggunakan bahan medis habis pakai dalam setiap pelayanan kesehatan. Juga telah tersedia kebijakan seperti standar operasional prosedur (SOP) serta kebijakan-kebijakan lainnya,” beber Marhani.

Baca Juga : Ini 6 Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Luwu Utara

Menyikapi kasus meninggalnya Ny. Evy Feronika bersama bayi yang dikandungnya, Marhani mengatakan bahwa tenaga kesehatan yang menangani pasien di Puskesmas Seko Barat telah melakukan tindakan sesuai SOP yang ada.

Sponsored by MGID

“Terkait kematian Ny. Evy, telah dilakukan tindakan di rumah sakit dengan diagnosis akhir CPD + Partus Lama + Sepsis. Kami dapat katakan, segala prosedural pelayanan telah dilaksanakan mulai dari rumah pasien. Bidan juga telah melakukan tindakan sesuai SOP,” terangnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada saat pasien dirujuk, bidan puskesmas juga tetap mendampingi pasien sampai di RSUD. “Ambulans Puskesmas Rongkong yang menjemput pasien langsung pada titik roda empat dapat beroperasi dan merujuknya sampai ke RSUD,” terangnya.

Baca Juga : Rembuk Stunting 2023, Bupati Luwu Utara Ajak Seluruh Pihak Berperan Aktif

Bahkan, kata dia, pihaknya, dalam hal ini Pemda Lutra, juga telah menyiapkan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di tiga kecamatan terpencil, yaitu Kecamatan Seko, Rampi dan Rongkong, serta satu RTK di kabupaten, sebagai upaya mendekatkan pasien ke fasilitas kesehatan.

“RTK ini bertujuan membantu masyarakat mendekatkan akses ke fasilitas kesehatan dan dapat dipantau langsung oleh tenaga kesehatan setiap saat,” pugkasnya.

#pemkab luwu utara