Kamis, 09 Maret 2023 16:37

Legislator Senayan: Pertumbuhan Ekonomi Bantaeng Layak Dicontoh

Redaksi
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Legislator Senayan: Pertumbuhan Ekonomi Bantaeng Layak Dicontoh

Pertumbuah ekonomi Kabupaten Bantaeng yang mencapai 15,45 persen pada 2022, layak dijadikan contoh bagi pemerintah daerah kabupaten lain agar bisa membangun daerahnya dengan baik.

BANTAENG -- Anggota DPR RI, Anis Byarwati mengakui peran Bupati Bantaeng, Ilham Azikin dalam mengorganisir perangkat daerah. Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi hingga 15,45 persen tidak terlepas dari peran kepala daerah.

"Apresiasi kita berikan kepada Kabupaten Bantaeng yang telah mengorganisir dengan baik pemerintahannya sehingga mencapai pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Kemudian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nya juga baik," kata Anis baru-baru ini.

 

Menurut Anis Byarwati, Kabupaten Bantaeng layak dijadikan contoh bagi pemerintah daerah kabupaten lain agar bisa membangun daerahnya dengan baik. Menurut dia, hal ini terjadi karena kolaborasi antara pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng.

Baca Juga : Pemkab Bantaeng Bakal Kirim Pengelola Dana BOS ke Balai Diklat BPK

"Kabupaten Banteng ini bisa menjadi satu daerah yang menjadi contoh bagi pemda kabupaten lain untuk bisa membangun daerahnya dengan baik," jelasnya.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga memberikan apresiasi terhadap program bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW yang telah diterapkan pemerintah Kabupaten Bantaeng. Dia menyebut, program ini mampu memperkokoh usaha-usaha kecil yang ada di tingkat dusun.

Selain itu, dia menyebut, program bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW ini juga bisa menjadi alat untuk membebaskan masyarakat dari bahaya pinjaman Online (Pinjol). Kata dia, banyak masyarakat yang tergiur dengan kemudahan mendapat pinjaman secara daring tersebut.

Baca Juga : Warga Desa Kayuloe di Bantaeng Bakal Dapat Bantuan Bibit Pala

"Hal ini patut diapresiasi karena kita tahu bahwa masyarakat yang membutuhkan permodalan itu terkadang tergiur dengan berbagai pinjaman online (pinjol)," ungkapnya.

Kalau OJK punya program untuk mencegah rentenir itu datang kepada masyarakat, tentu ini patut untuk diapresiasi.

Sektor Perkebunan Tetap Kokoh

Baca Juga : Pesantren Modern Al Aksi Bantaeng Mulai Dibangun

Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng juga melansir data produk pertanian yang tetap kokoh sepanjang 2022. Data yang dihimpun, produksi pertanian masih mengalami angka yaang produktif sepanjang 2022.

Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng, Mahyuddin mengatakan, sektor perkebunan bahkan mengalami surplus di beberapa komoditi unggulan. Dia menyebut, komoditi-komoditi unggulan ini di antaranya adalah kakao, cengkeh, dan kopi.

Dia menambahkan, komoditi kopi mengalami surplus hingga 14 ton, sedangkan cengkeh mengalami surplus 23 ton dan kakao surplus 4 ton. "Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu sepanjang 2022, kita masih bisa surplus di beberapa komoditi," jelas dia.

Baca Juga : Piala Adipura Kesembilan Diarak Keliling Bantaeng

Dia menambahkan, sektor pertanian dan perkebunan memang masih menjadi penyumbang perputaran ekonomi masyarakat Bantaeng. Terbukti, penyumbang PDRB di Bantaeng masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 23 persen.

"Selebihnya memang banyak disumbang oleh industri. Tetapi kita di sektor pertanian dan peternakan masih terjaga stabilitasnya," kata dia.

Dia mengatakan, pemerintah tetap berusaha untuk menekan cost (pengeluaran) para petani di Bantaeng. Selain melalui program asuransi pertanian dan peternakan, mereka juga mendapatkan beragam bantuan mulai dari benih, bibit dan pupuk.

Baca Juga : Pemkab Bantaeng Terima UHC Kelima

Dia mencontohkan, pemerintah telah mengucurkan 1,7 juta bibit kakao, beberapa tahun lalu. Selain itu, ada pula bibit kopi dan pala, serta mendorong terciptanya kampung buah dan regenerasi pertanaman.

"Berkat intervensi-intervensi ini, kita bisa tetap surplus meski dalam kondisi apapun," jelas dia.

Dia mencontohkan, pada pertengahan 2022, terjadi masa dimana cuaca tidak menentu. Intensitas hujan kadang terlalu tinggi, kadang pula terjadi kemarau. "Tetapi petani kita tetap produktif. Perputaran ekonomi tetap terjadi," jelas dia.

#pemkab bantaeng #ilham azikin