Rabu, 25 Januari 2023 10:37

Ingatkan Risiko Stunting, Menkes: Saya Dimarahi Profesor Gizi karena Kasih Biskuit

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. (Foto: YouTube Kemendagri RI)
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. (Foto: YouTube Kemendagri RI)

"Penting di sini makanannya protein hewani. Saya dimarahi semua profesor-profesor gizi karena saya kasih biskuit. Salah," kata Budi.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan risiko stunting erat kaitannya dengan asupan gizi.

Menurut Budi, masa paling rawan anak-anak mengalami stunting adalah di atas usia enam bulan, yakni saat anak mulai mendapat makanan tambahan. Salah satu asupan penting yang harus ada dalam makanan tambahan adalah protein hewani.

 

"Penting di sini makanannya protein hewani. Saya dimarahi semua profesor-profesor gizi karena saya kasih biskuit. Salah," kata Budi pada peringatan Hari Gizi Nasional 2023 di Jakarta Barat, Rabu (25/1/2023).

Baca Juga : Sepuluh Besar Angka Stunting Tertinggi di Indonesia, Sulsel Masuk

"Bukan biskuit, bukan sayur, bukan nasi, tapi protein hewani. Itu telur, ikan atau ayam," jelasnya.

Budi juga mengingatkan, semasa hamil ibu harus menjaga kecukupan gizi dan zat besi. Pertumbuhan janin juga harus dipantau dengan pemeriksaan rutin. Sebab, dampak kekurangan nutrisi juga dapat teramati lewat pemeriksaan tersebut.

Indonesia baru-baru ini mencatatkan penurunan angka stunting, dari sekitar 24 persen menjadi 21 persen di 2022.

Baca Juga : Vaksin Booster Kedua Mulai 24 Januari, Ini Aturan Lengkap dan Syaratnya

Meski ada peningkatan, Budi menegaskan angka tersebut masih belum sesuai target yang diharapkan sehingga masih harus diturunkan lagi.

Sponsored by MGID

Sumber: Detik.com

#Budi Gunadi Sadikin #Kementerian Kesehatan #Hari Gizi Nasional