Sabtu, 03 Desember 2022 08:52

Mentan SYL Dorong Buah dan Sayur Indonesia Tembus Pasar Mancanegara

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), di sela-sela pelaksanaan Jambore Hortikultura di Hotel Margo Depok, Jumat (2/12/2022).
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), di sela-sela pelaksanaan Jambore Hortikultura di Hotel Margo Depok, Jumat (2/12/2022).

Produk hortikultura, seperti buah dan sayur, bisa memberikan sumbangsih besar bagi bangsa. Mentan SYL meminta jajarannya untuk bisa menjalankan strategi khusus untuk menaikkan produk hortikultura, baik di pasar dalam maupun luar negeri.

RAKYATKU.COM, DEPOK - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), terus mendorong produk pertanian Indonesia, terutama buah dan sayur, untuk bisa menembus pasar mancanegara. Mentan SYL bercerita tentang buah dan sayur tropis yang dihargai mahal di luar negeri.

“Kemarin di Washington saya lihat harga durian dihargai Rp1,5 juta di sana. Dengan tingginya nilai buah dan sayur tropis, kita harus bisa fasilitasi produk-produk kita untuk tembus pasar mancanegara," ungkap Mentan SYL saat membuka Jambore Hortikultura di Hotel Margo Depok, Jumat (2/12/2022).

 

Menurutnya, produk hortikultura, seperti buah dan sayur, bisa memberikan sumbangsih besar bagi bangsa. Ia pun meminta jajarannya untuk bisa menjalankan strategi khusus untuk menaikkan produk hortikultura, baik di pasar dalam maupun luar negeri.

Baca Juga : Tanam Sorgum di Konawe Selatan, Mentan SYL Dorong Bupati dan Petani Gunakan KUR

"Perbaiki sistem yang ada dan fokus pada apa yang mau dicapai. Tingkatkan ekspor kita," ujar Mentan SYL.

Mentan SYL meminta jajarannya untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Kerja sama itu ditujukan untuk meningkatkan peluang ekspor dan membuka akses produk hortikultura untuk masuk pasar modern.

"Sasaran kerja sama adalah memasukkan produk kita untuk ekspor ke luar negeri dan bisa masuk semua swalayan. Jangan sampai swalayan kita hanya jual produk impor, tapi tidak mau jual produk lokal," tegasnya.

Baca Juga : Mentan Syahrul Ajak Generasi Muda Pramuka Agar Pertanian Naik Kelas

Selain itu, Mentan SYL meminta pihaknya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa menembus pasar luar negeri.

Sponsored by MGID

“Kita harus memiliki tekad dan semangat untuk berteman dan berkomunikasi dengan semua orang. Saya inginkan kita bisa membuat program dan kegiatan di luar negeri. Tembus pasar Eropa, Arab, Amerika, dan Asia,” serunya.

Mentan SYL mengapresiasi Jambore Hortikultura ini. Ia berharap kegiatan sejenis bisa terus diadakan. “Saya semangat sekali berada di sini. Acara ini harus terus diadakan untuk terus lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga : Serius Tangani PMK ke Hewan Ternak, Pemkab Wajo Dapat Bantuan dari Menteri Pertanian

Sementara, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI, , Prihasto Setyanto, mengungkapkan Jambore Hortikultura memiliki kesamaan manfaat dengan kegiatan jambore lainnya.

“Jambore Hortikultura diharapkan bisa menampilkan prestasi para pelaku usaha hortikultura,” tuturnya.

Menurut Prihasto, hortikultura merupakan subsektor yang sangat menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyakrat.

Baca Juga : Mentan SYL Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan PMK 2023 Serentak di 29 Provinsi

“Subsektor hortikultura terus meraih prestasi. Produksinya juga terus meningkat signifikan,” sebutnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) subsektor hortikultura berdasarkan PDB harga konstan 2010 selama kurun tiga tahun terakhir, yaitu 2019-2021, secara umum mengalami pertumbuhan, dengan peningkatan rata-rata 2,36 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada 2020, yaitu 4,17 persen. Sementara, peningkatan PDB subsektor hortikultura pada triwulan II 2022 dibandingkan dengan triwulan II 2021 sebesar 2,19 persen.

Baca Juga : Kementan Dapat Penghargaan Top 7 Best Exhibitors ASN Culture Fest 2022

Dari sisi kesejahteraan petani, nilai tukar petani (NTP) yang menjadi indikator pun terus meningkat.

“NTP hortikultura dalam kurun waktu tahun 2019 sampai dengan September tahun ini memberi sinyal produk hortikultura masih menjanjikan dengan terus berada di atas 100 persen,” kata Prihasto.

Ia pun berjanji pihaknya akan terus berupaya meningkatkan nilai tambah produk hortikultura, utamanya produk hortikultura yang telah banyak dihasilkan petani.

#Kementerian Pertanian