Jumat, 02 Desember 2022 08:15

Dana Transfer Pusat Rp2 Triliun, Wali Kota Makassar: Tender Dini!

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Penyerahan dana Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman (kiri), kepada Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny), di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (1/12/2022).
Penyerahan dana Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman (kiri), kepada Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny), di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (1/12/2022).

Mengalami peningkatan Rp153 miliar dibandingkan tahun ini. Dana transfer dari pusat tahun ini Rp1,85 triliun.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendapatkan alokasi dana transfer dari pusat sebesar Rp2 triliun pada tahun anggaran 2023.

Jumlah itu mengalami peningkatan Rp153 miliar dibandingkan tahun ini. Dana transfer dari pusat tahun ini Rp1,85 triliun.

 

Penyerahan dana Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) diberikan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, kepada Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny).

Baca Juga : Pemkot Makassar dan IMA Kerja Sama Branding Makassar Kota Makan Enak

Dihadiri perwakilan dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggara (DIPA) dan TKD berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (1/12/2022).

Usai menerima dana transfer dari pusat, Danny Pomanto mengingatkan kepada seluruh stakeholder agar mempercepat tender dini.

“Kita mau anggaran yang diberikan pemerintah pusat itu bisa terserap maksimal. Makanya saya tekankan tender dini,” ujar Danny Pomanto.

Baca Juga : Mendagri Apresiasi Program Wali Kota Makassar, Dinilai Mampu Kendalikan Laju Inflasi

Danny Pomanto tidak ingin ada proyek atau program yang dianggarkan melalui dana transfer dari pusat tidak berjalan.

Sponsored by MGID

“Ini akan saya kawal, apalagi DAK Fisik itu harus dilaksanakan. Tidak ada alasan,” tegasnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Helmy Budiman, mengatakan secara keseluruhan dana transfer dari pusat mengalami kenaikan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Ucapkan Selamat atas Ujian Promosi Doktor Agus Surya Bakti

Misalnya, Dana Alokasi Umum (DAU) naik dari Rp1,25 triliun menjadi Rp 1,38 triliun. Begitu juga Dana Bagi Hasil (DBH) naik dari Rp106,7 miliar menjadi Rp 127,95 miliar.

Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun depan Rp48,6 miliar, sedangkan 2022 Rp47,02 miliar.

Sementara, DAK Nonfisik pada tahun ini Rp 442,54 Miliar dan tahun depan mengalami kenaikan menjadi Rp447,26 miliar.

Baca Juga : Sekda Kota Makassar Terima Kunker Bupati Banyuwangi dan Jajaran

“DID (Dana Insentif Daerah) sampai hari ini belum ada pengumuman. Tapi, karena tahun kemarin kita sudah WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), harusnya kita dapat,” ujar Helmy.

Helmy juga mengungkapkan TKD 2023, Makassar sudah mendapatkan anggaran dana kelurahan. Nilainya Rp30 miliar melalui DAU.

“Dana kelurahan sudah masuk di dana transfer untuk tahun depan. Itu nilainya Rp30 miliar, nanti kita sebar di 153 kelurahan,” ucapnya.

Baca Juga : Rapat Komisi D, Baznas dan Dinas Pendidikan Makassar Bahas Pemotongan Gaji ASN

Helmy juga menambahkan untuk tahun depan, Pemkot Makassar telah mengalokasikan dana kelurahan Rp500 juta untuk masing-masing kelurahan.

“Anggaran itu akumulasi dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang Rp30 miliar. Jadi, ada kurang lebih Rp300 juta setiap kelurahan yang kita anggarkan untuk dana kelurahan,” tuturnya.

#pemkot makassar