Senin, 11 Juli 2022 17:30

Ukraina Klaim Satu Juta Tentara Siap Rebut Wilayah yang Dikuasai Rusia

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Prajurit wanita Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU). (hindustannewshub.com)
Prajurit wanita Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU). (hindustannewshub.com)

“Kami adalah orang-orang dari dunia bebas dan dengan rasa keadilan dan kebebasan yang nyata. Kami memiliki sekitar 700.000 angkatan bersenjata dan ketika Anda menambahkan garda nasional, polisi, penjaga perbatasan, kami memiliki sekitar satu juta orang”

RAKYATKU.COM - Pihak Ukraina mengklaim satu juta tentara telah dikumpulkan untuk merebut kembali wilayah selatan yang telah dikuasai Rusia.

Hal ini seperti disampaikan Menteri Pertahanan Ukraina, Alexey Reznikov. Menurutnya, pengerahan tentara sebanyak itu atas perintah Presiden Volodymyr Zelensky.

“Kami memahami bahwa, secara politik ini sangat diperlukan untuk negara kami. Presiden telah memberikan perintah kepada panglima tertinggi militer untuk menyusun rencana,” katanya dalam sebuah wawancara dengan The Times yang diterbitkan Minggu (10/7/2022).

Baca Juga : Rusia Mobilisasi Ratusan Ribu Tentara Cadangan, Presiden Ukraina: Tentara Mereka Tak Mampu Lagi Berperang

“Kami adalah orang-orang dari dunia bebas dan dengan rasa keadilan dan kebebasan yang nyata. Kami memiliki sekitar 700.000 angkatan bersenjata dan ketika Anda menambahkan garda nasional, polisi, penjaga perbatasan, kami memiliki sekitar satu juta orang,” jelasnya.

Selain itu, Reznikov memuji upaya Inggris terutama Menteri Pertahanan Ben Wallace yang menurutnya adalah kunci untuk membantu mengubah pendekatan dari menyediakan peralatan perang Soviet ke artileri 155mm standar NATO, sistem roket peluncuran ganda dan drone teknologi tinggi.

 

Berbagai peralatan tempur itu, kata Reznikov, akan menebus kerugian besar di wilayah Donbas dalam menghadapi penembakan artileri massal Rusia.

Baca Juga : Korut Uji Coba Rudal Saat Kapal Induk AS Tiba untuk Latihan Militer di Korsel

Reznikov juga menyebutkan sekutu lainnya, mengklaim koalisi anti-Kremlin telah lahir.

Sponsored by MGID

“Mitra kami di London dan Washington DC dan ibu kota lainnya, mereka berinvestasi pada kami. Tidak hanya dengan uang tetapi juga harapan orang-orang mereka bahwa kami harus membuat Kremlin kalah. Kita harus memenangkan perang ini bersama-sama,” katanya.

Reznikov berpendapat aliansi lama Presiden Rusia Vladimir Putin pun telah hancur.

Baca Juga : Presiden Ukraina Kecelakaan Usai Kunjungi Pasukannya di Medan Perang, Begini Kondisinya

Argumen itu merujuk pada Kazakhstan. Dimana Presiden Kassym-Jomart Tokayev baru-baru ini secara terbuka menolak untuk mengakui Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk sebagai negara berdaulat.

“Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat prosesi seruan kedaulatan di wilayah Rusia. Federasi Rusia akan mengakhiri hidupnya sebagai negara yang berbeda–Tatarstan, Bashkortostan, dan lain-lain,” kata Reznikov.

Sebelumnya, Presiden Zelensky mengatakan Ukraina kehilangan sekitar 200 personel militer per hari di wilayah itu.

Baca Juga : Aruna Kembali Ekspor Tuna, Kali Ini Tujuan Amerika


Sumber: sindonews.com

#Rusia vs Ukraina #perang dunia #NATO #Amerika Serikat #Volodymyr Zelensky